Terkuak! Air Kolam Renang Tretan Bangkalan Hanya Diganti Satu Tahun Sekali

Avatar of PortalMadura.com
Terkuak! Air Kolam Renang Tretan Bangkalan Hanya Diganti Satu Tahun Sekali
Kolam Renang Tretan Bangkalan (Foto. Imron)

PortalMadura.Com, Bangkalan – Air Kolam Renang Tretan Bangkalan, Madura, Jawa Timur yang dikelola oleh pemerintah daerah setempat ternyata airnya hanya diganti setiap satu tahun sekali.

Hal tersebut terkuak saat Komisi D DPRD Kabupaten Bangkalan melakukan inspeksi mendadak (sidak), Kamis (20/6/2019).

Kolam renang tersebut dikelola langsung Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bangkalan.

“Setelah kami melakukan kroscek, menemukan hal yang tidak wajar, yaitu air kolam renangnya hanya diganti satu kali setiap satu tahun,” terang Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Nur Hasan.

Bahkan ditemukan banyak fasilitas yang rusak dan tidak layak untuk digunakan. “Pipa shower rusak, air kotor, dan plafon gedung sudah banyak yang rusak,” sebutnya.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengaku tidak habis pikir dengan kondisi kolam yang seharusnya memberikan dampak positif terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Baca Juga:  Kolaborasi Media Lokal Hadapi Tahun Politik, AJI Dalangi Pelatihan Cek Fakta di Sumenep

Selama ini, anggaran perawatan kolam renang yang dikucurkan dari APBD Bangkalan mencapai Rp60 juta setiap tahun.

Sedangkan pendapatan dari hasil pengelolaannya juga tidak cukup untuk menutupi perawatan kolam.

Pihaknya juga mendapati pemasukan yang tidak ideal jika dilihat dari kaca mata bisnis, setiap hari aktif hanya Rp100 ribu per hari dengan harga tiket masuk Rp5 ribu perorang.

Pada hari libur, Sabtu-Minggu baru bisa mencapai Rp1 juta dengan harga tiket Rp6 ribu setiap pengunjung.

“Kalau dikalkulasi, setiap bulannya hanya Rp4 juta -Rp5 juta. Hitungan kasarnya dalam satu tahun tidak mencapai Rp60 juta. Kalau seperti ini bukan mencari untung, tapi rugi,” katanya dengan nada kecewa.

Baca Juga:  SAI dan PDI Perjuangan Gelar Operasi Katarak Gratis, Jadi Agenda Tahunan

Pihaknya menilai, minimnya pengunjung karena kurangnya fasilitas yang ada di kolam renang dan pengelolaannya kurang profesional.

“Kalau fasilitasnya lengkap insyaallah keadaannya tidak seperti ini,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.