oleh

Ternyata, Berpelukan Miliki Banyak Manfaat Untuk Kesehatan

PortalMadura.Com – Setiap orang pasti menikmati momen hangat ketika mereka mendapatkan pelukan, meski hanya satu atau dua menit.

Berpelukan tidak hanya memberi kehangatan kepada seseorang atau orang yang Anda sayangi, tetapi juga menjadi salah satu cara efektif menghindari dari stres dan depresi. Apa hubungannya?.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa manusia membutuhkan 4 pelukan dalam sehari untuk bertahan hidup, 8 pelukan untuk perawatan diri, dan 12 pelukan sehari untuk bisa tumbuh.

Berikut manfaat dari berpelukan:

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Berpelukan ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan begitu, tubuh akan terlindungi dari infeksi. Hal tersebut terjadi karena berpelukan dapat mengurangi stres yang menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh seseorang.

Berpelukan bisa Menghilangkan Rasa Nyeri
Menurut para ilmuan, berpelukan memicu pelepasan hormon oksitosin yang dapat meningkatkan suasana senang dan membuat rasa nyeri berkurang.

Berpelukan Memicu Pelepasan Hormon Dopamin
Menurut para ahli, pelepasan hormon dopamin dapat meningkatkan libido. Selain itu, berpelukan akan membuat hari yang melelahkan menjadi lebih rileks.

Bermanfaat bagi Orang yang Menghadapi Masalah
Pelukan sangat tepat dilakukan kepada orang yang sedang menghadapi masalah. Dekapan yang erat dapat mengurangi rasa cemas dan kembali meningkatkan kepercayaan diri seseorang.

Mencegah Stres dan Depresi
Berpelukan bisa mencegah depresi juga mampu menghilangkan stres. Efek baik ini terjadi karena adanya pelepasan hormon oksitosin yang membuat seseorang merasa lebih bahagia.

Mengurangi Risiko Penyakit Jantung
Salah satu manfaat luar biasa dari berpelukan, yaitu mengurangi risiko penyakit jantung. Menurut beberapa ahli kesehatan, pasangan yang memiliki kehidupan romantis dengan saling memberikan pelukan dapat menurunkan risiko sakit jantung.

Menurunkan Tekanan Darah
Pelepasan hormon oksitosin saat berpelukan membawa banyak manfaat. Salah satunya dapat menurunkan tekanan darah. Saat hormon oksitosin meningkat, hormon kortisol atau hormon stres menurun sehingga tekanan darah juga menurun. (kompas.com/salimah)

Komentar