Ternyata Ini 5 Hal Penyebab Rambut Berubah Warna dan Tekstur

Avatar of PortalMadura.com
Editor: Desy Wulandari
Ternyata Ini 5 Hal Penyebab Rambut Berubah Warna dan Tekstur
Ilustrasi (liputan6.com)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Mempunyai rambut yang sehat, indah dan berkilau menjadi dambaan semua orang khususnya wanita. Namun terkadang, ada saja masalah rambut yang dialami. Seperti, rambut bercabang, rontok dan kusam. Jika hal itu terjadi, maka rambut Anda butuh perawatan ekstra.

Sebelum melakukan berbagai perawatan rambut rusak di rumah atau di salon kecantikan, sebaiknya Anda perlu tahu faktor penyebabnya. Ada beberapa faktor penyebab rambut berubah warna dan tekstur. Apa saja? Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman popmama.com, berikut ini penjelasannya:

Rambut Sering Terkena Paparan Suhu Panas

Ingatlah, paparan suhu panas tinggi mengubah bentuk helai keratin rambut Anda. Bahwa suhu di atas 300°F menyebabkan rambut lebih lemah yang kehilangan elastisitasnya dan menjadi rentan terhadap kerusakan.

Menggunakan alat panas seperti pengering rambut, alat catok dan pengeriting rambut memang cara yang bagus untuk mendapatkan tampilan rambut terlihat sempurna. Tetapi juga meningkatkan risiko kerusakan rambut.

Artinya, suhu tinggi dapat berdampak negatif pada kesehatan rambut kamu Anda. Termasuk membuatnya berubah warna dan tekstur. Dimana rambut rusak terjadi, ini ketika kutikula rambut yang bertindak sebagai pelindung dan perisai untuk korteks bagian dalamnya sudah tidak elastis dan kuat.

Penggunaan Jenis Perawatan dengan Bahan Kimia

Penataan rambut dengan produk kimia telah menjadi kebutuhan Anda sehari-hari?

Baca Juga:  5 Resep Facial Mist yang Bisa Bikin Sendiri di Rumah dengan Bahan Alami

Bahwa jenis perawatan kimia seperti melakukan bleaching, pewarnaan maupun rebonding akan berpotensi membuat perubahan warna dan tekstur rambut. Dengan demikian, ini berkontribusi pada penurunan kesehatan kulit kepala Anda. Bahkan bisa menyebabkan penipisan rambut lebih awal dari yang Anda harapkan.

Apalagi jika penggunaan bahan kimia yang berkepanjangan. Padahal kulit kepala adalah sumber nutrisi untuk pertumbuhan rambut yang tepat. Sementara bahan kimia dapat dengan mudah diserap oleh kulit kepala dan menurunkan kualitas pertumbuhan rambut baru.

Memiliki Gejala Penyakit Tertentu

Perlu waspada, perubahan warna dan tekstur rambut Anda bisa menjadi gejala penyakit tertentu. Salah satunya karena osteoporosis, gangguan sistem kekebalan dan autoimun. Termasuk sindrom Marie Antoinette, sindrom Werner dan vitiligo.

Faktor Perubahan Gen yang Memberi Warna pada Rambut

Sebagian besar, warna rambut ditentukan oleh gen. Bahwa gen yang hidup dan mati sepanjang hidup, ini berarti warna rambut dapat berubah. Bahkan ketika jalur produksi melanin membuat eumelanin, perubahan gen lain mengurangi jumlah eumelanin yang diproduksi.

Perubahan ini menyebabkan rambut pirang. Warna rambut berkisar pada spektrum warna yang luas dari pirang kuning muda hingga hitam. Dimana gen terpenting di sini adalah gen yang membuat pigmen, yakni memberi warna pada rambut. Nama pigmen tersebut disebut sebagai melanin.

Baca Juga:  5 Outfit untuk Samarkan Perut Buncit Pria, Patut Dicoba!

Ini adalah pigmen yang sama yang memberi warna pada kulit. Pigmen melanin ini dibuat oleh sel khusus (melanosit), terutama di bagian bawah setiap helai rambut. Ketika sel-sel membuat banyak melanin, rambut berubah menjadi cokelat atau hitam. Jika sel-sel tidak menghasilkan banyak melanin, rambut akan berubah menjadi pirang.

Mengalami Stres atau Trauma Tertentu

Anda perlu memahami bagaimana perubahan warna dan tekstur rambut. Salah satunya faktor stres, dimana kondisinya bisa menyebabkan perubahan mitokondria dan mengubah rambut jadi beruban. Apabila Anda melihat perubahan tersebut, ini menandakan kondisi stres yang mendasarinya memerlukan perawatan. Cobalah manajemen stres seperti yoga, meditasi hingga melakukan terapi.

Dengan demikian, ada hubungan antara stres dan uban maupun kerontokan. Apalagi rasa trauma dan syok akibat peristiwa yang membuat stres, hal itu juga berdampak besar pada kesehatan rambut dan kulit kepala.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.