Ternyata, Suara Kunyah Makanan Bikin Belajar Jadi Terganggu

Belajar
ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Proses belajar setiap orang memang berbeda-beda. Ada yang suka mendengarkan musik sambil belajar dan sebaliknya, justru ada tidak suka dengan suara bising saat hendak belajar.

Bahkan, suara kunyahan makanan pun ada yang tidak suka lantaran dianggap mengganggu konsentrasi. Wajarkah itu?. Perlu Anda tahu, suara kunyahan makanan yang terlalu keras bukan hanya tidak sopan, tapi juga bisa berpengaruh pada proses belajar seseorang.

Riset baru yang diterbitkan dalam jurnal Applied Cognitive Psychology mengatakan tingkat kepekaan pada suara orang yang makan atau batuk mempengaruhi proses pembelajaran.

Mereka yang memang sensitif pada jenis suara ini bahkan jika mereka tidak memiliki sindrom kepekaan suara (mishoponia) akan lebih sulit untuk menguasai dan menyimpan informasi saat mendengar seseorang mengunyah.

Baca Juga:  Paud Budi Luhur Paberasan Perkuat Visi Misi Bupati Sumenep

Sensitivitas suara ternyata memang berpengaruh terhadap kinerja akademik.

“Beberapa orang sangat peka terhadap latar belakang suara yang halus seperti mengunyah makanan, dan kepekaan ini cukup mengganggu dalam pembelajaran,” ucap Logan Fiorella, selaku pemimpin riset dan asisten profesor kognisi terapan dan pengembangan di University of Georgia.

Ini sebabnya mengapa sebagian besar orang memang lebih gampang belajar di ruangan yang tenang.

“Bila hal itu tidak dapat dihindari, ada beberapa strategi yang disarankan oleh peneliti lain seperti menggunakan penyumbat telinga, dengan fokus pada suara sendiri, atau menggunakan dialog internal yang positif,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.