oleh

Tidak Hanya Tes Urine, Dewan Desak Penghuni Lapas Dites Rambut

PortalMadura.Com, Pamekasan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mendesak Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Pamekasan, Kusmanto Eko Putro untuk mengambil langkah cepat menyusul tertangkapnya sipir karena membawa narkoba jenis sabu sabu (SS).

Ketua Komisi I DPRD Pamekasan, Ismail menegaskan, semua penghuni Lapas, mulai narapidana hingga sipir atau petugas lainnya dilakukan tes urine untuk mengetahui keterlibatan peredaran sabu di dalam rumah tahanan (Rutan) tersebut.

“Dengan tertangkapnya sipir ini, kami sangat menyayangkan dan Kepala Lapas harus mengambil langkah cepat. Pertama harus melakukan tes urine atau tidak hanya tes urine, tetapi tes rambut bahkan kalau perlu tes darah,” tegasnya, Jumat (25/3/2016).

“Kalau tes urine itu masanya hanya 1×24 jam, tetapi kalau tes rambut sampai 1 hingga 2 bulan. Nah, untuk memastikan, kami pikir harus ada tes rambut kepada sipir maupun napi yang terindikasi mereka sebagai bandar atau pemakai di dalam Lapas,” imbuhnya.

Politisi Partai Demokrat ini melanjutkan, Lapas yang menjadi tempat rehabilitasi bagi pengguna narkoba seharusnya steril dari barang haram tersebut. Artinya, petugas Lapas harus serius memberantas penyakit yang menggerogoti bangsa ini.

“Tidak hanya itu, kami minta bagaimana melibatkan BNNP dan BNN Pusat untuk memastikan bahwa mereka steril. Karena ini dua kemungkinan, apakah yang ditangkap ini modusnya pemakai plus pengedar atau hanya kurir,” lanjut dia.

“Kalau ini kurir, berarti kan ada bandarnya. Nah, bandarnya ini yang harus ditangkap. Dan kami minta BNNP dan BNN Pusat turun ke Pamekasan dan geledah semua isi Lapas,” tegasnya.

Sipir Lapas Klas II A Pamekasan, Zahri ditangkap BNNP di akses tol Suramadu lantaran kedapatan membawa sabu sebanyak dua ons pada hari Selasa kemarin. Zahri disuruh mengambil barang haram tersebut oleh salah satu napi di Lapas Pamekasan. (Marzukiy/choir)

Komentar