oleh

Tiga Perawat Kepulauan Terancam Di Pecat

SUMENEP (PortalMadura) – Kinerja tiga orang perawat yang bertugas di Polindes (Pondok Bersalin Desa)  di Dusun Tanjung, Desa Paliat Kecamatan/Kepulauan Sapeken, Sumenep, Madura, Jawa Timur terancam dipecat.

Petugas  medis yang seharusnya maksimal dalam memberikan pelayanan, ternyata jarang masuk kantor. Sehingga, banyak  masyarakat setempat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, terpaksa dilarikan ke polindes lain.

Menurut Sugiyanto (26), Warga Desa Paliat, Kecamatan/Kepulauan Sapeken, kinerja tiga perawat itu sangat mengecewakan masyarakat. Sebab, pelayanan kesehatan terbengkalai. “Ketiganya jarang masuk kantor,” terangnya, Rabu (30/10/2013).

Fungsi dari polindes, kata dia, seharusnya memberikan kemudahan pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat. Apalagi di kepulauan tidak ada rumah sakit, sehingga warga kepulauan selalu memfungsikan polindes yang ada.

“Kami merasa sangat sulit untuk berobat. Setiap kali membutuhkan pelayanan kesehatan harus ke polindes lain yang jaraknya ada di pulau lain,” imbunya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, dr. Rizka Rahadi, mengaku akan memberikan sangsi tegas, jika memang betul petugas di lapangan itu tidak serius dalam menjalankan tugasnya, baik sangsi ringan maupun sangsi berat.

“Kami berharap masyarakat bisa memberikan laporan. Jika memang ada petugas yang sering tidak masuk. Silahkan warga melapor pada kami. Laporan itu akan segera ditindak lanjuti. Jika sudah mengganggu pelayanan kesehatan, bisa saja dipecat,” tegas Rizka, penuh amarah.

Informasi dilapangan menyebutkan, tiga perawat yang bertugas di polindes tersebut, berasal dari desa setempat. Namun hanyak masuk satu kali dalam satu bulan. Sehingga masyarakat kesulitan untuk memperoleh pelayanan kesehatan.(udien/htn).


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.