Tingkat Konsumsi Ikan Warga Sumenep di atas Rata-rata Nasional

stand lomba
Bupati Sumenep, A Busyro Karim meninjau stand lomba menu masakan berbahan dasar ikan pada Gebyar Gemarikan, Rabu (3/7/2019) malam.(Foto. Hartono)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Angka konsumsi ikan warga Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, setiap tahun tergolong relatif meningkat.

Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Kabupaten Sumenep, Nurfitriana Busyro Karim menyebutkan, tingkat konsumsi ikan warga Sumenep pada tahun 2019 mencapai 55,49 kilogram per kapita per tahun.

“Angka ini di atas rata-rata konsumsi tingkat Jawa Timur maupun Nasional. Untuk Jatim rata-rata 36,45 kilogram dan Nasional 50,64 kilogram per kapita per tahun,” terangnya, pada malam Gebyar Gemarikan, Rabu (3/7/2019) sebelah timur Taman Bunga Sumenep.

Angka konsumsi ikan untuk warga Kabupaten Sumenep tersebut terhitung pada bulan April 2019. Namun, pihaknya tidak membuat senang dengan capaian tersebut.

“Kami terus akan berusaha meningkatkan angka konsumsi ikan di Sumenep ini menjadi tertinggi se-Indonesia. Misalnya, di Jepang, di mana tingkat konsumsi ikan mencapai 100 kilogram per kapita per tahun,” jelasnya.

Gebyar Gemarikan (Gemar Memasyarakatkan Makan Ikan) yang diselenggarakan setiap tahun dengan pola berbeda, diharapkan berdampak pada penurunan angka stunting di Sumenep.

“Alhamdulillah, tahun ini Sumenep menjadi daerah terbaik dalam penurunan stunting, yaitu mencapai 18,5 persen. Dan kondisi itu sudah dipresentasikan di Jakarta oleh bapak bupati,” ujarnya.

Baca Juga:  Kajati Jatim Bangga ‘Rumah Restorative Justice Unija', Ini Syarat Kasus Yang Bisa Ditangani

Istri Bupati Sumenep ini menjelaskan, dengan mengonsumsi ikan pada seribu hari pertama masa kehamilan dapat membuat bayinya kuat dan sehat karena ikan mengandung kalsium yang sangat tinggi.

“Dampaknya, membuat ibu hamil sehat dan anaknya juga sehat serta baik dalam pertumbuhannya,” ucapnya.

Selama ini, pihaknya mengaku sudah gencar melakukan sosialisasi melalui program PKK, seperti pada Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) hingga ke pelosok desa.

Bunda Fitri sapaan akrab Nurfitriana menyampaikan, masyarakat Sumenep memiliki kelebihan tersendiri, setiap mengonsumsi ikan yang menjadi sayurnya adalah daun kelor (Madura, maronggi).

“Bila ikan dikonsumsi dengan sayuran maronggi (daun kelor) rasanya bertambah enak dan membuat tubuh kita sehat selalu dan cerdas,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Arif Rusydi, yang bertanggung jawab atas kegiatan Gemarikan tersebut mengharapkan mampu mendukung sosialisasi gemar makan ikan, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Sumenep.

Baca Juga:  Gambar Profil WhatsApp Bupati Fauzi, Mengingatkan pada Sosok Pemimpin Zuhud dan Cerdas

Sekaligus mendorong peningkatan konsumsi ikan yang berdampak pada kesehatan dan kecerdasan masyarakat demi terwujudnya generasi emas di tahun 2025 serta peningkatan ekonomi warga, seperti pada bidang usaha budidaya ikan lele.

“Itu semua tentunya diperlukan kerja sama yang baik dengan banyak pihak, terutama dalam sosialisasi demi peningkatan angka konsumsi ikan,” ujarnya.

Pada momentum Gebyar Gemarikan ini, juga dilaksanakan lomba cipta menu masakan untuk keluarga dengan bahan dasar ikan lele, nila dan tenggiri. Selain itu, ada lomba mewarnai tingkat PAUD/TK.

Hadir pada kesempatan tersebut, Forkopimda, OPD, Camat di lingkungan pemerintah Kabupaten Sumenep dan Dinas Kelautan Provinsi Jatim yang diwakili Evy Afianasari, ST, MMA.(*)

 


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.