oleh

Tips Hindari Konflik Mertua Vs Menantu Soal Anak

PortalMadura.Com – Menjalani hubungan berkeluarga bukanlah perkara mudah, pertikaian atau konflik biasanya kerap terjadi saat ada perbedaan pendapat diantara keluarga. Misalnya saat mertua Anda mulai ikut campur urusan cucu.

Memiliki mertua memang ada suka dukanya, kadang mendukung dan juga tidak. Kondisi ini lumrah terjadi dalam keluarga dan Anda sebagai menantu pasti pernah mengalami hal ini. Menurutnya, cucu adalah bagian dari anaknya juga yang harus diperhatikan. Sikap memanjakan anak menjadi salah satu cara dalam membesarkan cucunya. Tidak heran jika sering terjadi kesalahpahaman antara menantu dan mertua tentang perbedaan mendidik anak, karena cara Anda merawatnya tidak sama dengan cara mereka.

Menurut psikolog keluarga, Vera Itabiliana, idealnya memang perlu ada kesepakatan antara orangtua dan semua yang terlibat dalam pengasuhan anak termasuk kakek nenek tentang nilai/norma/aturan yang akan diterapkan pada anak.

Kakek-nenek disini perlu menyadari bahwa pengasuhan anak di zaman sekarang tentu berbeda dengan jaman dulu. Kakek-nenek juga perlu menyadari bahwa hubungan mereka dengan cucu sering kali dipengaruhi rasa tidak tega sehingga kakek nenek seringkali kurang tegas. Di sisi lain, orangtua juga perlu menyadari bahwa kakek-nenek adalah orang yang juga menyayangi anak.

Anda sebagai orangtua juga perlu menyadari bahwa dibutuhkan kesabaran dan cara-cara tertentu untuk mengajak kakek-nenek bekerja sama. “Kesepakatan dapat dicapai lewat komunikasi yang baik. Toh semuanya pasti menginginkan yang terbaik untuk anak,” ujar Vera.

“Pengalaman saya selama berpraktek, kakek-nenek lebih mudah terima masukan dari pihak ketiga seperti diajak bertemu guru, psikolog atau hadir di seminar tentang pengasuhan anak,” tambah psikolog yang berpraktek di Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia ini.

Pengalaman konflik dengan para kakek-nenek pernah dirasakan oleh Uwi Birowo. Istri dari aktor Indra Birowo ini pernah ditekan oleh keluarganya sendiri mengenai pemberian ASI pada anak. Saat itu, orangtua Uwi dan mertuanya merasa kasihan pada cucu mereka yang tidak diberi susu formula. Dari situ Uwi memberi penjelasan panjang-lebar mengenai pentingnya ASI pada mereka.

“Alhamdulillah, saya akhirnya bisa menyusui sampai 2,5 tahun. Saat kita punya ilmu yang cukup, ngga akan ada tuh konflik seperti itu lagi,” ungkap Uwi.

Nah Moms, agar dengan mertua juga orangtua tidak terjadi pertikaian atau perbedaan pendapat soal anak, kunci utamanya ada di komunikasi. Tanpanya, Anda akan terus merasa tertekan dan berkonflik dengan para kakek-nenek anak. Cari penjelasan paling masuk akal, tarik napas dalam-dalam, dan mulailah berbincang layaknya orang dewasa berilmu. Pastikan untuk mengomunikasikan segalanya dengan baik. Buat kakek nenek anak mengerti dan memahami penjelasan Anda. Selamat mencoba. (vemale.com/Putri)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.