oleh

Tolak Omnibus Law, Mahasiswa Blokade Suramadu Dengan Tabur Garam

PortalMadura.Com, Bangkalan – Mahasiswa dari berbagai elemen organisasi, seperti HMI, GMNI, IMM dan organisasi daerah lainnya menggelar aksi blokade pintu masuk Suramadu sisi Madura, di Bangkalan, Selasa (13/10/2020).

Blokade Suramadu dilakukan di Desa Morkepek, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan atau sebelum tempat penjualan tiket sebelum digratiskan.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Blokade dilakukan dengan cara menabur garam di dua sisi jalan, baik arah Surabaya maupun arah Madura. Mahasiswa menyebar di setiap ruas jalan. Arus lalu lintas macet total.

Pantauan PortalMadura.Com di lokasi aksi. Blokade akses Suramadu dilakukan pada pukul 11.30 WIB hingga pukul 11.55 WIB.

Aparat kepolisian gabungan siaga di lokasi. Brimob juga tampak di lokasi aksi.

Sekitar pukul 11.57 WIB massa aksi mulai balik kiri. Dan rencananya akan menyampaikan aspirasinya ke anggota DPRD Bangkalan.

Arus lalu lintas yang awalnya macet hingga mencapai 7 km di sisi Madura, akhirnya dibuka kembali oleh aparat kepolisian.

Korlap aksi, Rossy menyampaikan, blokade Suramadu dilakukan sebagai bentuk protes dan menolak Omnibus Law atau UU Cipta Kerja yang disahkan DPR RI beberapa wkatu lalu.(*)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar