Opini  

Transformasi era Arab Saudi

Avatar of PortalMadura.Com
Transformasi era Arab Saudi

Oleh: Nurliva Maulidya Fazha*

Sama halnya dengan Indonesia, Arab Saudi termasuk negara berkembang oleh sebab itu banyak perubahan terjadi. Putra Mahkota Pangeran Mohammad bin Salman saat ini mempunyai visi misi baru yaitu melahirkan revolusi sosial budaya. Hal tersebut mengakibatkan transformasi dari segi ekonomi hingga peraturan yang berlaku.

Pertandingan olahraga, beroperasinya industri bioskop, dan mengizinkan pertunjukan musik menjadi salah satu contoh keberhasilan visi misi dari Arab Saudi. Tetapi perubahan peraturan mengenai kebebasan menjadi pro dan kontra belum lama ini. Terlalu bebasnya Arab Saudi sekarang, menjadikan visi yang ada menuai banyak kontroversi.

Mengikuti perkembangan zaman Arab Saudi semakin berambisi melakukan pembangunan proyek demi menopang ekonomi dan negaranya. Ditambah dengan rencana penjualan minuman beralkohol disana secara bebas. Banyak yang gelisah akan perubahan tersebut, kita tidak bisa mencegah suatu negara untuk maju begitu juga kepercayaan nan dianut seseorang.

Sebaiknya Arab Saudi mengikuti perkembangan zaman, jika tertinggal bisa saja dijajah. Hal ini dapat dimanfaatkan negara besar untuk menguras hasil alam mereka.

Keuntungan dari perkembangan yang terjadi ialah perempuan mendapatkan kebebasan sesuai HAM, menambah daya tarik wisatawan asing, dan tidak hanya bergantung pada minyak bumi.

Arab Saudi hingga kini masih sangat bergantung dengan sektor minyak dan gas sebagai sumber penghasilan utama. Adanya kemungkinan yang terjadi dikemudian hari seperti perubahan minyak menjadi bahan bakar . Tentu saja Arab Saudi memutar roda pencaharian ekonomi terbesar tidak hanya diperoleh dari hasil minyak bumi.

Selain ekonomi dan pariwisata seharusnya Arab Saudi memikirkan kerusakan yang diakibatkan dari pembangunan. Jika terus digerus hasil alam Arab Saudi bisa habis dan bangunan yang telah dibuat menjadi tidak terurus karena kurangnya biaya perawatan. Sebab bukan hanya membangun tetapi memikirkan benefit dan profit yang didapatkan apakah sebanding dengan pengeluaran dalam bentuk uang atau pun .

Akibat dari proyek raksasa, Arab Saudi dianggap melenceng dari negara konservatif yang masih menerapkan hukum syariat Islam menjadi negara yang hampir sangat bebas. Banyak kontra tentang kebebasan berbikini dan adanya pesta halloween. Benar-benar berbanding terbalik dengan stigma yang beredar tentang negara muslim terbesar.

Setiap perkembangan sealalu ada hal positif maupun negatif yang akan dihadapi. Memilih untuk menjalankan visi misi terkini sudah seharusnya tantangan dihadapi. Sebaiknya Arab Saudi mempertimbangkan apa yang akan terjadi jika proyek besar dan kebebasan beralkohol direalisasikan. Tidak perlu melanggar hukum yang berlaku selama ini untuk memajukan sebuah negara.(**)

*Penulis: Universitas Muhammadiyah Malang

Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi PortalMadura.com.
Punya Tulisan Seputar seputar opini, gagasan, sudut pandang.
Kirim Tulisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.