Tren Kecantikan Suntik Filler, Benarkah Bisa Akibatkan Kebutaan?

Avatar of PortalMadura.com
Suntik Filler
Ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Salah satu tren kecantikan yang belakangan ini menjadi pilihan kaum wanita yaitu melakukan suntik filler. Pasalnya, perawatan ini bisa bikin bentuk wajah seseorang tampak proporsional dan lebih menarik.

Selain itu, di samping bisa memberikan hasil yang instan, suntik filler dipercaya sebagai alternatif lain daripada melakukan operasi plastik. Kendati demikian, tidak sedikit juga perempuan yang takut dengan tindakan ini. Karena, suntik filler yang tidak tepat dikabarkan dapat menyebabkan kebutaan. Benarkah itu?.

Mengenai hal itu, dokter Danu Mahandaru, Sp.BP-RE dari The Clinic Beautylosophy membenarkannya. Menurut dia, suntik filler yang tidak tepat bisa menyebabkan kebutaan. Sayangnya, tidak banyak dokter yang mengedukasi pasiennya terkait efek negatif di balik filler.

Baca Juga:  Atasi Bintik-bintik di Wajah dengan 6 Cara Ini

“Betul filler itu bisa menyebabkan kebutaan cuma kadang-kadang masyarakat Indonesia hanya mendapatkan hal positifnya saja. Sebagai dokter, yang harusnya diinfokan efek sampingnya dan dampak negatifnya,” ujarnya.

Dia menuturkan, kebutaan tersebut terjadi bila cairan yang digunakan yakni hyaluronic acid masuk ke dalam pembuluh darah. Sehingga, kapiler di dalamnya merusak jaringan syaraf, yang akhirnya merusak fungsi penglihatan.

Kendati demikian, menurut dia, kasus kebutaan sangat langka terjadi pada pasien suntik filler. Hanya saja, risiko akan tetap ada karena setiap prosedur kecantikan memiliki efek setelahnya.

Untuk itu, dia menyarankan, sebaiknya pilih tempat filler yang sudah terpercaya dan kredibilitas bagus. Sebab mereka lebih mengetahui anatomi wajah dan teknik injeksi dari berbagai jenis bahan filler.

Baca Juga:  6 Cara Gunakan Parfum agar Awet Seharian, Catat!

“Ya, saya katakan bahwa jangan mudah tergiur memilih tempat filler yang murah jika tidak ingin mengalami kebutaan. Meski ini kasus yang langka, namun penyuntikkan yang salah akan menimbulkan risiko-risiko yang tidak diinginkan,” ucap dia. (viva.co.id/Putri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.