oleh

Tunjangan Guru Kepulauan 1 Tahun Tak Cair

SUMENEP (PortalMadura) – Tunjangan Guru Kepulauan dibawah Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Madura, Jawa Timur yang bersumber dari dana APBN tidak cair selama tahun 2013.

Anggota Komisi D,DPRD Sumenep, Dulsiam mengatakan, banyak guru yang bertugas dikepulauan mengadu ke dewan mengenai tidak cairnya tunjangan khusus dari dana APBN tersebut.

“Kami banyak menerima pengaduan dari guru di Kabupaten Sumenep yang bertugas diwilayah Kepulauan, selama tahun  2013 ini, tunjangan khusus tambahan yang bersumber dari dana APBN belum terealisasi,” kata Dulsiam, Jum’at (27/12/13).

Menurutnya, tunjangan khusus bagi guru yang bertugas di Pulau Terpencil itu besarannya satu kali gaji per bulan agar kinerjanya lebih optimal selama berada di Kepulauan. Pada tahun 2012 lalu tunjangan tersebut hanya diperuntukkan untuk Guru di tingkat SMA, namun pada tahun 2013 ini, justru untuk guru kepulauan di semua jenjang pendidikan dari TK hingga SMA .

“Untuk anggaran 2012 sudah terealisasi seratus persen, sedangkan di tahun 2013 hingga saat ini belum tersalurkan pada guru penerima,” ujarnya.

Politisi asal PKB ini menyampaikan, mereka meminta Dinas Pendidikan Sumenep agar pro aktif mengawal realisasi tunjangan bagi guru kepulauan itu.

“Dinas pendidikan harus mengawal realisasi tunjangan itu ke Pemerintah Pusat karena tunjangan itu salah satu hak yang harus diterima guru,” ungkapnya.

Dia khawatir jika tunjangan itu tidak terealisasi tahun ini, akan berdampak negatif terhadap keberlangsungan pendidikan di sekolah-sekolah yang ada di Kepulauan Sumenep.

“Kami hanya khawatir, jika tunjangan itu tidak direalisasikan tahun ini akan berdampak negatif pada proses kelompok belajar mengajar,” imbuhnya. (arif/htn).


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE