oleh

Tuntut Kejelasan Dana Sharing AIPD, PMII Ngeluruk Bapedda

PortalMadura.Com, Sampang – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sampang kembali ngeluruk kantor Bappeda setempat, Jumat (12/12/2014).

Mereka menuntut pertanggung jawaban penggunaan dana sharing program Australia Indonesia Partnership for Decentralisation (AIPD) yang dinilai tidak jelas tujuannya.

Didepan kantor Bapedda Sampang, mahasiswa silih berganti meneriakkan kecaman terhadap kepala Bappeda Sampang, Hary Soeyanto agar bertanggung jawab dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat Sampang.

Mereka menilai pihak Bapedda salah dalam mengalokasikan dana bagi AIPD terhitung sejak tahun 2013 sebesar Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah), dan tahun 2014 sebesar Rp 95.500.000.

“Saya minta kepala Bapedda untuk bertanggung jawab atas aliran dana yang diambil dari PAD kita untuk program AIPD. Seharusnya, semua pendanaan itu dibiayai oleh Departemen Luar Negeri (Australia),” teriak Korlap aksi Muqoddas.

Menanggapi tuntutan mahasiswa, Kepala Bappeda Sampang Hery Soeyanto menjelaskan, penggunaan dana tersebut untuk memfasilitasi serta pembiayaan transportasi selama pelaksanaan program AIPD.

iklan hari santri

“Dana dari AIPD dengan Bapedda itu berbeda. Alokasi anggaran yang kami pakai itu untuk menghadiri rapat-rapat dinas atas undangan dari Kementrian dari program AIDP di Surabaya maupun di Jakarta,” kilahnya.

Merasa tidak puas dengan penjelasan Hary, puluhan mahasiswa bergeser ke gedung DPRD setempat, disana mereka meminta Ketua DPRD Sampang Imam Ubaidillah ikut bertanggung jawab atas pengesahan anggaran dana yang dialokasikan untuk program AIPD.

“Pak anggota Dewan, tolong keluar, anda juga harus ikut bertanggung jawab dengan alokasi dana anggaran AIPD ini,” tegas Muqoddas.

Ahsan Jamal, salah satu anggota legislatif yang menemui para demostrans berjanji akan menyampaikan semua  tuntutan terhadap pimpinan dewan. Dirinya mengaku tidak bisa langsung mengambil keputusan karena menyangkut kebijakan dan keputusan ketua DPRD.

“Kami akan sampaikan semua aspirasi teman-teman kepada bapak ketua,” janji politisi partai PKB ini.

Mendengar perjanjian Aksan Jamal massa akhirnya  membubarkan diri dengan tertib.(lora/det/htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.