Turki Buka Seleksi Masuk Universitas di Indonesia

  • Bagikan
Bindarma Onyedi Eylul University
dok, bandirmamanset.com

PortalMadura.Com, Jakarta – Indonesia kini menjadi pasar baru untuk sejumlah kampus di Turki.

Guna meningkatkan jumlah mahasiswa internasional, ratusan kuota diberikan bagi calon mahasiswa asal Indonesia.

Bahkan guna mewujudkan internasionalisasi kampus, sejumlah universitas di Turki menggelar ujian masuk di Indonesia untuk jenjang sarjana.

Bindarma Onyedi Eylul University, salah satu yang akan membuka ujian masuk, memberikan kuota 200 mahasiswa untuk Indonesia.

“Kami punya beberapa mahasiswa internasional dan kami ingin tingkatkan hingga 15 persen dalam dua tahun,” ujar Rektor Bandirma Onyedi Eylul University Suleyman Ozdemir kepada Anadolu Agency, di Jakarta, Jumat (23/2/208).

Terletak di wilayah Balikesir, Suleyman mengatakan iklim kampusnya sangat mendukung untuk belajar. Selain dekat laut, wilayah Bandirma juga dikeliling orang-orang terdidik.

“Lokasi kami sangat aman,” jelas Suleyman.

Suleyman mengatakan mahasiswa Indonesia tak perlu khawatir soal biaya kuliah. Ongkos kuliah per semester di Bandirma Onyedi Eylul University sangat terjangkau.

“Biaya per semester untuk seluruh program hanya 100 dollar. Saya kira ini sangat murah,” kata Suleyman.

Dengan biaya tak lebih dari satu setengah juta itu, para pelajar Indonesia Indonesia bisa memasuki jurusan Ekonomi, Keuangan, Hubungan Internasional, Administrasi Publik, Kelautan, Ilmu Kesehatan, Pertanian, dan lain sebagainya.

Sulayman mengatakan biaya hidup di Bandirma juga terjangkau. Kampus yang berlokasi dekat laut tersebut memberikan harga satu dollar saja untuk makan siang dan malam.

“Jangan khawatir pula soal asrama. Karena banyak berdiri asmara di Bandirma, baik yang didirikan pemerintah maupun swasta,” jelas Suleyman.

Sementara itu, Uludag University telah menjadi destinasi mahasiswa Indonesia.

Uludag University yang berdiri tahun 1975 ini merupakan salah satu perrguruan tinggi negeri terkemuka di Turki.

“Ada 400 orang mahasiswa internasional di kampus kami, 130 di antaranya berasal dari Indonesia,” jelas Wakil Rektor Uludag University Eray Alper.

Menurut Eray, kampusnya memberikan variasi harga bagi tiap jurusan.

Biaya kuliah paling mahal adalah Fakultas Kedokteran yakni sebesar 1160 euro per tahun. Sedangkan jurusan Ekonomi hanya 480 euro per tahun.

“Jadi biaya sangat murah. Ini harus dicoba oleh semua mahasiswa internasional, termasuk Indonesia,” jelas Eray.

Eray menjelaskan pemerintah Turki juga menyediakan beasiswa bagi para mahasiswa melalui program Turkiye Burslari.

Para mahasiswa harus melalui proses wawancara dengan pihak resmi Turki dan kita akan melihat skor Grade Point Average (GPA).

Sementara itu, Biru Marmara Edukasi adalah pihak yang ditunjuk resmi oleh kampus-kampus di Turki untuk menyelenggarakan seleksi masuk mahasiswa baru di Indonesia.

Seleksi melalui ujian tertulis

Direktur Biru Marmara Edukasi Doddy Cleveland mengatakan belajar di Turki sedang menjadi tren di kalangan anak muda Indonesia.

Berdasarkan data Kedutaan Besar Turki di Indonesia, ada sekitar 1000 pelajar Indonesia yang kuliah menuntut ilmu di Turki.

Menurut Doddy, Turki banyak dipilih karena secara kultur, agama, dan budaya mirip dengan Indonesia,

“Di Indonesia mayoritas muslim, di Turki 95 persen Muslim,” terang Doddy.

Selain itu, kata Doddy, Turki juga kini menjadi negara yang maju dan modern dalam ekonomi, teknologi, dan parisiwata.

Biru Marmara Edukasi kini bekerja sama dengan 8 perguruan tinggi negeri di seluruh Turki di antaranya Istanbul University, Bindarma Onyedi Eylul University, Kastamonu University, Uludag University, Sakarya University, Kirklareli University, Suleyman Demirel University.

Menurut Direktur Eksekutif Biru Marmada Edukasi Doddy Cleveland, ada empat kampus yang akan membuka ujian di Jakarta.

Mereka antara lain Kastamonu University pada 30 Maret dan Istanbul University pada 28 April.

Suleyman Demirel University pada 5 Mei di Jakarta dan Medan dan Uludag University melakukan tes di Jakarta dan Surabaya pada 12 Mei.

“Ujiannya tertulis menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia,” kata Doddy.

Namun ada pula kampus yang hanya menerapkan seleksi berkas untuk masuk. Jika semua mata pelajar mendapat minimal nilai tujuh, calon mahasiswa bisa langsung diterima.

“Nanti mereka belajar bahasa Turki dulu selama setahun, karena bahasa pengantar adalah bahasa Turki,” jelas Doddy.

Doddy mengatakan kesempatan untuk belajar di Turki harus dimanfaatkan dengan baik oleh para pelajar.

Sebab pemerintahan Turki saat ini sangat welcome dengan Indonesia dengan mengundang pelajar-pelajar untuk datang menuntut ilmu.

“Masyarakat Turki sangat suka dengan Indonesia,” kata dia.(AA)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.