oleh

Uang Sekolah Diembat, Wali Murid SD Demo Kasek

SUMENEP (PortalMadura) – Rentetan potret suram dunia pendidikan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terus bertambah. Kali ini, puluhan wali murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) II Tanah Mera, Kecamatan Saronggi, Sumenep melakukan demonstrasi pada kepala sekolah (kepsek) setempat.

Wali murid menuding, kepsek sering melakukan pemotongan uang sekolah, seperti program pemerintah dalam bentuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Bahkan, siswa sering dimintai uang berkisar Rp50 ribu per anak sebagai uang pelicin untuk mendapatan program dari pemerintah tersebut.

“Para wali murid disini (SDN II Tanah Mera, red) sudah tidak senang dengan prilaku kepala sekolah yang selalu melakukan pemotongan bantuan program dari pemerintah. Bahkan, masih dimintai uang pelicin untuk mendapatkan program itu sebesar 50 ribu rupiah. Kasek harus dicopot,” kata Abdurrahim, salah seorang wali murid saat menggelar aksi demo, Senin (20/1/2014).

Akibat aksi tersebut, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) lumpuh total. Semua ruang kelas kosong. Sebagian siswa hanya terlihat bermain di halaman sekolah dan sebagian tidak masuk sekolah. “Kami sudah lama menolak kepsek yang sekarang. Jadi, tidak ada ampun lagi untuk bertugas di sekolah ini,” katanya dengan nada tinggi.

Sementara, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kecamatan Saronggi, Hasan Muhammad mengakui jika ada pemotongan anggaran untuk pengadaan kaos. “Pemotongan itu untuk beli kaos dan sudah atas dasar kesepakatan dengan wali murid,” jelasnya.

Untuk itu, pihkanya juga mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Sumenep sehubungan dengan sejumlah tuntutan para wali murid tersebut. Sementara, kepala sekolah SDN II Tanah Mera, Sahwan enggan berkomentar saat dikejar wartawan.(sai/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE