oleh

Umat Islam, Ini Keutamaan Puasa Syawal yang Harus Diketahui

PortalMadura.Com – Puasa Ramadan sudah meninggalkan umat Islam. Semoga pula Allah menerima segala ibadah Ramadan umat Muslim. Nah, salah satu fungsi puasa adalah sebagai perisai. Rasulullah bersabda: “Maukah aku tunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan?” (Lalu beliau bersabda,) “Puasa adalah perisai” (HR Tirmidzi).

Dalam hadis di atas Rasulullah tidak menyebutkan secara spesifik apakah puasa yang dimaksudkannya itu puasa wajib atau puasa sunah. Oleh karena itu, Anda dapat menarik kesimpulan bahwa puasa wajib dan puasa sunah juga dapat difungsikan sebagai perisai.

Merujuk pada hadis tersebut, puasa merupakan perisai bagi orang Islam yang melaksanakannya, baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, puasa merupakan perisai dari kemaksiatan, sedangkan di akhirat, puasa adalah perisai dari azab neraka.

Baca Juga: Lakukan 8 Amalan Ini di Bulan Syawal

Dalam hadis qudsi Rasulullah bersabda: “Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku akan memberi petunjuk pada pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang dia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang dia gunakan untuk melangkah atau berjalan. Jika dia memohon sesuatu kepada-Ku, niscaya Aku mengabulkannya. Jika dia memohon perlindungan kepada-Ku, niscaya Aku melindunginya” (HR Bukhari).

Loading...

Itulah di antara keutamaan ibadah sunah termasuk puasa sunah. Adapun salah satu puasa sunah pada (bulan) Syawal adalah puasa enam hari. Hal ini disandarkan pada sabda Rasulullah dari Abu Ayyub al-Anshari, beliau bersabda: “Barang siapa yang berpuasa Ramadan lantas berpuasa enam hari pada Syawal maka dia laksana berpuasa setahun” (HR Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Menurut riwayat lain, Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang berpuasa enam hari setelah Idul Fitri, puasanya menjadi sempurna setahun (penuh)” (HR Nasa’i dan Ibnu Majah).

Allah berfirman: “Barang siapa mengerjakan kebaikan, baginya balasan 10 kali lipatnya” (QS al-An’am : 160).

Mengutip keterangan Syekh Muhammad Nawawi al- Bantani dalam Syarh Muslim, “Ulama mazhab Syafi’i berpandangan bahwa puasa enam hari pada Syawal paling utama/afdal dilaksanakan secara berturut-turut setelah Idul Fitri. Namun, jika tidak secara berturut-turut (setelah Idul Fitri) atau dilaksanakan hingga akhir Syawal pun tetap akan mendapatkan keutamaan puasa Syawal sepanjang sebelumnya telah melaksanakan puasa Ramadhan”.

Menurut Ibnu Rajab al-Hambali, keutamaan puasa enam hari pada Syawal antara lain menggenapkan pahala puasa Ramadan menjadi setahun penuh. Selain itu, kedudukan puasa sunah pada Sya’ban dan Syawal terhadap puasa Ramadan untuk menutupi kekurangan yang mungkin terjadi pada pelaksanaan puasa Ramadan. Wallahu A’lam.


Rewriter : Salimah
Sumber : republika.co.id

Komentar