oleh

Umat Islam, Ini Tingkatan Cobaan yang Harus Anda Ketahui

PortalMadura.Com – Kadar cobaan berupa musibah yang diberikan Allah SWT pada setiap manusia itu bertingkat. Semakin tinggi tingkat keimanan seseorang, semakin berat pula ujian yang akan mereka alami. Benarkah?.

Sebagaimana dalam sebuah hadis, bahwa suatu hari seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berat cobaannya?” Beliau menjawab: “Para nabi, kemudian orang-orang saleh, kemudian yang sesudah mereka secara berurutan berdasarkan tingkat kesalehannya. Seseorang akan diberikan ujian sesuai dengan kadar agamanya. Bila ia kuat, ditambah cobaan baginya. Kalau ia lemah dalam agamanya, akan diringankan cobaan baginya. Seorang mukmin akan tetap diberi cobaan, sampai ia berjalan di muka bumi ini tanpa dosa sedikit pun” (HR Bukhari).

Sejatinya, cobaan itu merupakan proses penguatan iman dan ketakwaan. Maka dari itu, bersabarlah dan terimalah dengan segala keikhlasan apa yang terjadi. Tidak perlu segala cobaan itu disikapi berlebihan. Tafakuri dan temukan hikmah dari setiap ujian.

Apalagi menanamkan sikap ikhlas atas kehendak-Nya dan menafakuri apa yang dialami, maka akan memberikan pengalaman spiritual yang luar biasa dan menjadi bekal dalam menjalani kehidupan.

Kehidupan adalah sekolah, nilainya ditentukan seberapa hebat tingkat kesabaran, keikhlasan, keimanan, dan ketakwaan seseorang. Tidak ada sesuatu pun yang tidak bernilai, semuanya memiliki tujuan. Dan bagi mereka yang mampu mengambil pelajaran, kemuliaan hidup yang akan didapatkan.

Seperti sekarang ini, kondisi ekonomi terasa sangat berat, rupiah yang terpuruk hingga nilai tukarnya terhadap dolar AS mencapai Rp 14 ribu, tetap bersyukurlah. Sebab, Indonesia masih aman, jauh dari kondisi perang. Bisa dibayangkan, dalam kondisi perang, bukan hanya mahal, tapi kehidupan menjadi sulit.

Apabila Anda tengah menghadapi kebangkrutan usaha, utang menggunung, tetaplah berusaha dan bersyukur karena Allah tidak membangkrutkan iman dan ketakwaan Anda. Bangkrut di dunia ini lebih baik daripada bangkrut di akhirat nanti, yang terpenting Anda jangan lupa untuk tetap membayar utang tersebut.

Contoh cobaan lain, apabila ada salah satu anggota keluarga Anda yang sedang sakit, kecelakaan, atau bahkan meninggal, ikhlaslah dan sadari bahwa tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang bukan atas kehendak-Nya. Tidak ada sesuatu apa pun yang luput dari pengetahuan-Nya. Kehidupan dunia ini sesungguhnya ladang amal saleh, mengumpulkan bekal untuk kehidupan abadi kelak.

Tidak hanya itu saja, misalnya Anda tengah dilanda musibah, anak tidak bisa diatur karena kenakalannya, atau sedang ingin memiliki anak, sudah belasan tahun belum juga diamanahi oleh-Nya, tetaplah berbaik sangka kepada-Nya. Doa dan ikhtiar jangan kendur, terus berusaha dan percayakan bahwa Tuhan akan memberikan Anda apa yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan.

Ujian dan cobaan di dunia merupakan keniscayaan, siapa pun tidak bisa menghindarinya. Ibarat pelangi yang menjadi warna-warni kehidupan.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (QS. Al-Baqarah : 155).

Sabar dan bijak dalam menghadapi cobaan dari Allah memang tidak mudah untuk dilakukan. Ikhlas menerima ketentuannya, akan memberikan kekuatan jiwa dan pahala. “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” (QS. Az-Zumar : 10).

Selain itu, sebuah penyakit, kesulitan hidup, kehilangan orang yang paling disayangi, dan bencana merupakan bagian dari skenario indah Tuhan untuk menaikkelaskan derajat Anda.

Rasulullah bersabda, “Tidaklah segala sesuatu yang menimpa orang beriman dari kesusahan, sakit, kegundahan, kesedihan dan gangguan, hingga duri yang menusuknya, kecuali Allah menggugurkan kesalahannya dengan semua itu”. Wallahu A’lam. (republika.co.id/Salimah)


Tirto.ID
Loading...

Komentar