Unija Sumenep Cetak Entrepreneur Muda Melalui Program Inkubator Bisnis

Unija Sumenep
Bertemakan "Bisnis Cerdas Generasi Milenial", Unija menggelar workshop yang diikuti oleh 150 mahasiswa Unija dan 50 undangan VIP, baik dari pembantu rektor, dekan dan dosen dilingkungan Unija. (Foto. Nanik Dwi Jayanti)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar workshop kewirausahaan, Jumat (15/3/2019). Acara yang berlangsung di Gedung Graha Unija itu, adalah program kerja Inkubator Bisnis.

Inkubator bisnis merupakan wadah untuk mencetak para pebisnis atau entrepreneur muda di kalangan mahasiswa. Salah satunya dengan cara mendatangkan narasumber dari pelaku bisnis. Kali ini, bekerja sama dengan Bank Jatim Cabang Sumenep.

Bertemakan “Bisnis Cerdas Generasi Milenial”, workshop tersebut diikuti oleh 150 mahasiswa Unija dan 50 undangan VIP, baik dari pembantu rektor, dekan dan dosen di lingkungan Unija.

Narasumber yang hadir dari Financial Agen PT. Toga Limited (YIPPI), Efendy Haidar dan Owner Kopi Publik Adhyaksa, Akh. Raisul Kawim, Msi.

Rektor Universitas Wiraraja Sumenep, Dr. Sjaifurrachman, S.H.,CN,.M.H menjelaskan, acara tersebut guna untuk memberikan wawasan, pengetahuan, dan motivasi kepada mahasiswa dalam bidang kewirausahaan.

Baca Juga:  Madura Produktif Tanpa Narkoba, Deklarasi di 'Islamic Centre' Sumenep dan Pondok Pesantren

Kewirausahaan sendiri merupakan suatu proses dalam melakukan atau menciptakan sesuatu yang baru dengan cara kreatif dan penuh inovasi yang memberikan manfaat bagi orang lain dan bernilai tambah.

“Kita memberikan ruang kepada mahasiswa agar tidak hanya mengenal teori saja, tetapi bagaimana belajar prakteknya, mengamalkan ilmunya,” katanya.

Kemampuan yang dimiliki bukan hanya pada bidangnya masing-masing, tetapi ada skill. “Nah, skill ini harus diasah. Selain itu juga ada attitude atau etika wirausaha yang harus diketahui,” ujarnya.

Menurutnya, semangat berwirausaha ini harus dimunculkan sedini mungkin. Sebab bukan tidak mungkin mereka yang belum memiliki gelar akademik bisa menjajal kemampuannya dalam bidang kewirausahaan.

Merujuk pada data badan pusat statistik Kabupaten Sumenep, tingkat pengangguran pada tahun 2017 mencapai 1,83 persen dengan angka tingkat partisipasi angkatan kerja 73,21 persen.

Baca Juga:  Viral Wanita GNOC, Diduga asal Batuputih Sumenep

Pihaknya mengharapkan, pasca kuliah tidak hanya mencari kerja, tetapi harus mampu membuka lapangan pekerjaan dan dapat mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia khususnya di Sumenep.

“Oleh karena itu, mahasiswa harus pintar memanfaatkan peluang dan berani mengekspor kemampuan diri untuk berwirausaha apalagi di era milenial. Pesan saya, jangan berkecil hati sebelum memulai berusaha. Itu pesan-pesan saya kepada adik-adik mahasiswa. Bulatkan niat dan tekat segala rintangan pasti akan ada jalan keluarnya,” tandasnya.


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.