oleh

VIDEO-Makna dan Nilai Budaya Tanean Lanjang di Pulau Madura

PortalMadura.Com – Pulau Garam Madura yang terdiri empat kabupaten yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mempunyai keunikan dan nilai moral, estetika serta filosofi tersendiri dalam membangun rumah.

Masyarakatnya yang hidup di pulau sepanjang 160 km dengan lebar 35 km itu, juga ada yang berbeda antara wilayah timur dan barat pada susunan dan tata ruang rumah yang dibangun. Tetapi, yang membedakan dengan daerah lain, adalah Tanean Lanjang (Halaman rumah panjang).

Disebut Tanean Lanjang, karena halaman rumah warga Madura cukup panjang. Mereka hidup berkumpul dalam satu lahan dengan bagunan rumah berjajar dan masih mempunyai hubungan keluarga, kerabat atau famili lainnya.

Bagaimana susunan bangunan rumahnya? klik video berikut ini:

Sebagian masyarakat Madura, misalnya di wilayah Bangkalan, sekitar rumah ditanami banyak pohon, seperti bambu. Bambu-bambu tersebut selain untuk pembatas dilingkup Tanean Lanjang tersebut, juga sebagai pengaman dari hempasan angin kencang.

Memang tidak semua rumah terdapat tanaman pohon bambu. Tetapi, tradisi ini masih ditemui di wilayah bagian barat Madura.

Halaman rumah atau tanean yang tidak mempunyai pembatas atau pagar, setiap warga lain yang akan bertamu harus melewati jalan atau pintu yang sudah tersedia. Lebih-lebih orang baru, karena akan dianggap tidak sopan bila tidak melalui jalan yang sudah ada.

Bagaimana dengan kondisi Tanean Lanjang di bumi gerbang salam Pamekasan?. Klik video (1) berikut ini:

 

Klik video (2) berikut ini:

 

Selain itu, setiap rumah warga Madura dapat dipastikan mempunyai surau (langgar) sebagai tempat salat atau tempat berkumpul seluruh keluarga.

Bahkan, langgar tersebut difungsikan sebagai tempat istirahat kaum laki-laki dan tempat menerima tamu.(Hartono)

-
-

Komentar