VIRAL- Monyet Tabrak Anak Pria Hingga Terkapar

Untitled 6
screenshot facebook
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Seekor monyet yang sedang mengemudikan motor tiba-tiba menabrak anak laki-laki yang sedang berdiri di pinggir jalan. Akibatnya, anak seumuran Sekolah Dasar (SD) itu terjatuh. Ini terjadi di negara Indonesia.

Untungnya, anak itu selamat meski bagian kepala membentur sebuah pot bunga. Si-monyet juga selamat meski helm lepas dari kepala dan motornya juga lepas dari pegangannya.

Bahkan, si- monyet kembali bangun dan mencari helm yang lepas, berikut motornya. Tak ada yang menolong. Warga yang ada di tempat kejadian hanya menonton. Mereka sangat terhibur dengan aksi monyet yang nyaris membawa korban tersebut.

https://youtu.be/Bq-RoJSOybU

Ya, itu terjadi dalam sebuah antraksi monyet yang sengaja digelar di pinggir jalan oleh pemilik monyet untuk mendapatkan uang dari warga yang menonton. Di sejumlah daerah di Indonesia sering dijumpai antraksi monyet yang unik-unik, seperti monyet bertopeng.

Baca Juga:  Warga Perum Sekar Agung Regency Ditangkap Polisi

Peristiwa tersebut tersaji dalam sebuah video yang sedang viral di media sosial facebook melalui akun “Yuni Rusmini”. Hingga Jumat pagi (16/3/2018), sudah 6 ribu lebih tayangan dan 65 di-share oleh warganet.

Sayangnya, tidak dijelaskan lokasi antraksi monyet dan kapan itu terjadi.

Eksploitasi Monyet

Media internasional yakni kantor berita Inggris, BBC sempat menurunkan tulisan (22/10/2013) berjudul “Monyet korban eksploitasi, dirazia dari Jalanan Jakarta”.

Dalam laporannya yang dikutip BBC dari organisasi penyelamat binatang, Jakarta Animal Aid Network (JAAN), antraksi monyet yang sering digelar di jalanan adalah salah satu eksploitasi terhadap hewan.

Hewan primata itu sering didandani dan dijadikan pengamen jalanan sehingga menarik penonton dalam jumlah besar.

Baca Juga:  Pertama di Indonesia, Unija Launching 'Rumah Restorative Justice'

“Kami telah mengkampanyekan penentangan terhadap penggunaan monyet sebagai penampil di jalanan sejak tahun 2009 silam, karena mereka menjadi korban dari perlakuan kejam,” kata Juru Bicara JANN, Femke Den Haas.(Hartono)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.