Wahai Guru dan Dosen, Begini Cara Deteksi Tulisan dari ChatGPT

Avatar of PortalMadura.com
Penulis: Tim PortalMadura.com
Wahai Guru dan Dosen, Begini Cara Deteksi Tulisan dari ChatGPT
Wahai Guru dan Dosen, Begini Cara Deteksi Tulisan dari ChatGPT

PortalMadura.com– Kehadiran ChatGPT buatan Open AI mungkin menjadi mimpi buruk bagi duania pendidikan, sebab dengan ChatGPT dan bisa membuat Esai atau tugas dengan menggunakan Chat GPT.

Seab diektahui jika ternyata tulisan atau esai yang dibuat oleh Chat GPT nyaris sempurna, jika diberikan tugas dengan tepat oleh penggunan ChatGPT.

Hal ini tentu akan membuat para maupun kebingunan dalam menilai kualitas tulisan atau tugas dari siswa dan mahasiswa.

Mengutip laman The Neywork Post, Seorang Asisten profesor filsafat Universitas Furman Darren Hick mengatakan akademisi tidak mengira ini akan dipakai dalam mengerjakan tugas dan Hick siswa menggunakan ChatGPT untuk menulis esai kelas filsafat.

Hick meminta mahasiswa menulis esai 500 kata tentang filsuf abad ke-18 David Hume dan paradoks horor. Kemudian ia mendeteksi satu tugas yang menampilkan beberapa tanda yang ‘menandai’ penggunaan AI.

Namun, Hick tidak dapat membuktikan bahwa makalah milik siswa tersebut dibuat oleh ChatGPT.

Ia memasukkan teks pelajar itu ke perangkat lunak (software) yang dibuat oleh produsen ChatGPT untuk menentukan apakah tanggapan tertulis ini dibuat oleh AI. Hasilnya, 99,9% cocok.

Tetapi tidak seperti perangkat lunak pendeteksi plagiarisme standar, perangkat lunak ini tidak menawarkan kutipan.

Hick kemudian mengajukan pertanyaan ke ChatGPT yang kemungkinan diajukan oleh muridnya. Hasilnya, mirip dengan yang diserahkan oleh pelajar.

“Jadi kami agak dibutakan olehnya,” katanya kepada The New York Post, bulan lalu

Siswa tersebut pun dianggap gagal dalam mengerjakan tugas. Hick khawatir kasus lain mungkin sulit dibuktikan. Hal ini akan membuat para akademis menghadapi maraknya plagiat.

Sementar itu seorang Mahasiswa Princeton Edward Tian membuat GPTZero untuk mendeteksi pembuatan tulisan yang menggunakan ChatGPT.

“Saya menghabiskan Tahun Baru membangun GPTZero,” kata Edward melalui Twitter, pekan lalu (3/1).

GPTZero adalah aplikasi yang mendeteksi dengan cepat dan efisien apakah teks adalah karya buatan manusia atau ChatGPT.

“Pikirkan apakah guru sekolah menengah ingin siswa menggunakan ChatGPT untuk menulis esai sejarah? Sepertinya tidak,” katanya.

Edward mengatakan bahwa ChatGPT memiliki terlalu banyak hype. Jadi, menurutnya, setiap orang berhak mengetahui apakah teks tersebut ditulis oleh ChatGPT atau tulisan seseoarang.

Cara memakai GPTZero

Jika para guru dan dosen tertarik melakukan pengecekan tugas siswa atau mahasiswa dengan GPTZero beriktu tutorialnya:

  1. Salin (copy) teks yang ingin diuji
  2. Masuk ke aplikasi GPTZero
  3. Tempel (paste) teks pada kolom teks
  4. Tunggu beberapa saat hingga menampilkan analisis teks
  5. Gulir halaman hingga paling bawah Klik “Get GPTZero Result” untuk mengetahui hasil identifikasi apakah teks buatan AI atau tidak.

Lebih dari 10.000 orang telah mencoba dan menguji GPTzero versi Streamlit.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.