oleh

Wahai Pemimpin, Anda akan Kehilangan 3 Hal Ini Jika Remehkan Tugas Bawahan

PortalMadura.Com – Pemimpin merupakan seseorang yang sudah terlatih dan mampu membawa bawahannya mewujudkan visi dan misi perusahaan. Dalam menjalankan tugasnya, ia memiliki ide-ide segar tapi tetap merangkul semua anggota kelompoknya ke arah yang lebih baik.

Jadi, menjaga keharmonisan antara pimpinan dan bawahan tetap perlu dilakukan. Jangan hanya menyuruh bawahan untuk melakukan segala hal atau bahkan meremehkannya dengan cara yang kurang baik. Sebab, pemimpin yang meremehkan tugas bawahannya setidaknya akan kehilangan beberapa hal ini:

Kehilangan Respek dari Sekitar
Ketika Anda meremehkan tugas orang-orang yang telah memberikan waktu, tenaga dan pikirannya untuk membantu pekerjaan Anda, maka tidak usah heran jika Anda kehilangan respek dari mereka. Boleh jadi Anda telah membayar mereka sejumlah uang, memberi uang nafkah bulanan, namun tetap saja uang tersebut tidak berarti Anda telah merebut rasa hormat dan hati mereka. Respek orang lain hanya akan Anda terima jika Anda sendiri bersikap respek pada mereka.

Maka, sekali-kali janganlah memandang remeh tugas mereka. Hargai dedikasi mereka, jika ada kekurangan dalam tugas yang mereka lakukan sampaikan dengan baik tanpa berkesan merendahkan.

Kehilangan Loyalitas
Anda berharap mendapat loyalitas dari bawahan atau pasangan hidup?. Jangan sekali-kali meremehkan tugas dan pekerjaan mereka. Jauh berbeda sikap yang dipancarkan oleh seorang pemimpin yang menghargai bawahannya, dengan yang tidak.

Lihatlah para suami yang mendapat loyalitas istrinya, atau para pemimpin yang mendapat loyalitas dari bawahannya, sudah pasti loyalitas tersebut mereka peroleh karena sikap menghargai pekerjaan orang yang dipimpinnya. Maka jangan pelit pujian, serta jangan terlalu gampang mengumbar kritikan. Kalaupun ada masukan, sampaikan empat mata agar ia tidak merasa dipermalukan.

Anda Hanya akan Jadi ‘Bos’, Bukan ‘Leader’ di Mata Mereka
Apa bedanya bos dengan leader?. Salah satunya bisa terlihat ketika jabatan Anda berakhir. Seorang bos hanya akan dituruti di kantor, atau di tempat di mana ia memiliki wewenang terhadap anak buahnya. Akan tetapi, begitu jabatannya berakhir, saksikanlah apakah ia tetap mendapat sikap penghormatan dan penghargaan dari orang lain?. Atau, ia malah mendapat sikap ‘dingin’ karena orang-orang tidak terpaut hati padanya?.

Beda dengan seorang leader, sekalipun tidak memiliki jabatan tinggi, leader akan mampu mempengaruhi orang-orang sekitarnya. Ia akan tetap di hati orang-orang yang pernah berhubungan dengannya. (ummi-online.com/Putri)


Komentar