oleh

Wanita Pemenang Hijab Selfi, “Madura Itu Indah dan Damai”

KURNIYAWATI yang dilahirkan di Sumenep, Madura, Jawa Timur 23 tahun lalu, mengaku kecewa ketika ada orang luar Madura yang menganggap masyarakat Madura keras dan tertinggal. Padahal, Madura yang terdiri dari empat kabupaten (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep) indah dan damai.

Menurut Niya, sapaan akrab Kurniyawati, kesopanan dan sifat kekeluargaan orang Madura jauh lebih terasa dan masih sangat kental ditengah kehidupan sehari-hari. “Saya bangga dan sangat senang menjadi warga Madura,” terang perempuan yang suka warna tosca ini.

iklan hari santri

Perempuan Madura, sambungnya, juga mempunyai sifat yang menyejukkan, karena prilakunya lembut, mandiri dan mau bekerja keras. Bahkan, kebutuhan hidupnya tidak mau tergantung. “Yang jarang dimiliki perempuan lain, yakni gigih dan kreatif,” katanya sambil tersenyum ramah.

Pola pikir perempuan Madura, sudah tidak lagi berfikir bagaimana menjadi ibu rumah tangga yang baik, karena memang kodratnya yang selama ini sudah dilakoni dengan baik.

“Wanita harus menjadi wanita karir yang sukses, pintar dan mulia. Karena wanita tugasnya menjadi seorang guru dalam keluarga yang akan melahirkan pendekar baru, yakni anak,” ucap perempuan yang pernah menjadi juara lomba make up dan hijab selfi di Fakultas Psikologi Universitas 45 Surabaya ini. (irul/htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.