Wanita Sumenep GNOC, Terkena Gendam dan Jadi Korban Penipuan Puluhan Juta

Avatar of PortalMadura.com
Penulis: HartonoEditor: Putri Kuzaifah
Wanita Sumenep GNOC Terkena Gendam dan Jadi Korban Penipuan Puluhan Juta
Foto profil facebook eM yang sedang dikendalikan orang lain (tangkapan layar)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Terungkap fakta baru soal perempuan yang sedang get naked on camera (GNOC) atau telanjang bulat di depan kamera.

Penelusuran PortalMadura.Com, Minggu (15/5/2022), perempuan yang sedang GNOC berinisial eM adalah korban ilmu gendam dan menjadi korban penipuan hingga puluhan juta rupiah.

Perempuan yang sedang GNOC tersebut asal Kecamatan Batuputih, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Salah seorang kerabat korban berinisial S menjelaskan, eM sedang dalam pengaruh ilmu gendam oleh seorang pria yang diawali mengirim pesan messenger facebook.

Maklum, eM adalah seorang perempuan desa yang lugu dan tidak paham cara menggunakan media sosial (medsos).

Setiap ada pesan messenger facebook dilayani tanpa mempertimbangkan akibatnya hingga memberikan nomor handphone.

“Jadi, apapun yang diperintahkan, mau saja. Ya, termasuk itu [GNOC, red]. Seperti orang setengah sadar gitu,” terang S pada PortalMadura.Com, Minggu (15/5/2022) malam.

Baca Juga:  Produktivitas Gol Tim Al Amin vs Al Furqon

Bahkan, password akun facebook eM juga diberikan sehingga saat ini tidak dapat dipulihkan lagi. “Sampai sekarang akun facebook [eM] tetap dikuasai pria tak dikenal itu,” katanya.

Berselang dua-tiga hari kemudian, eM mulai mendapat ancaman dari pria yang mengaku orang Jakarta tersebut. Bentuk ancamannya, video yang sedang GNOC akan diviralkan melalui media sosial jika tidak mentransfer sejumlah uang.

Untuk menjaga nama baiknya, eM memenuhi permintaan sejumlah uang tersebut tanpa memberitahu atau berkonsultasi dengan anggota keluarga lain.

“Bahkan dalam satu hari, sampai dua kali mentrasfer uang ke pria tidak dikenal itu,” terangnya.

“Kalau dijumlahkan semuanya, lebih dari Rp20 juta. Perhiasan emasnya habis dijual,” sebut S.

Baca Juga:  4 Tim Lolos Semifinal, Berikut Jadwal Laga Liga Santri KSAD di Sumenep

Atas kejadian tersebut, keluarga eM tidak menutup kemungkinan akan membuat laporan polisi.

“Kami masih musyawarah dulu dengan banyak pihak, karena menyangkut kehormatan dan unsur penipuan. Kemungkinan, akan membuat laporan,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.