Wanita Wajib Tahu, Ini Alasan Kenapa Anda Sering Alami Keputihan

Avatar of PortalMadura.com
Keputihan
Ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Menjaga area kewanitaan sangat penting dilakukan agar daerah intim tersebut tetap bersih dan sehat. Akan tetapi, masih banyak wanita yang kurang memerdulikannya atau bahkan mengabaikannya. Entah karena tidak tahu atau memang dengan sengaja membiarkannya.

Padahal, daerah ini sangat berkaitan dengan organ reproduksi di dalam panggul. Sedangkan infeksi atau penyakit di area kewanitaan bagian luar dapat menyebar ke dalam dan membawa dampak lebih serius. Salah satu kebiasaan tidak baik itulah yang menjadi penyebab seorang mudah keputihan.

Perlu Anda ketahui, keputihan sendiri bersifat fisiologis (normal) maupun patologis (tanda adanya penyakit). Sebagaimana yang disampaikan oleh Dr. Rino Bonti Tri H. Shanti, SpOG dari Rumah Sakit Hermina Jatinegara, keputihan merupakan salah satu alasan paling banyak mengapa perempuan mendatangi dokter spesialis kandungan.

Baca Juga:  Ambunten dan Lenteng Tertinggi, PMK Merambah Kepulauan Sumenep

Lalu apa yang dapat menyebabkan seorang wanita mengalami keputihan?. Dr. Roni menjelaskan penyebabnya keputihan bisa karena infeksi maupun non-infeksi. Leher rahim secara normal mengeluarkan cairan berwarna bening, bersih, tidak berlebihan dan tidak menimbulkan keluhan. Keputihan yang normal umumnya terjadi menjelang masa subur.

Tetapi ketika keputihan disertai rasa gatal, berbau busuk dan kemerahan atau rasa panas dan nyeri, harus diwaspadai karena merupakan pertanda infeksi vagina. Infeksi vagina dapat disebabkan jamur (kandida), bakteri yang berbahaya, atau parasit trikomoniasis.

Infeksi di vagina dapat berlanjut sampai ke saluran indung telur dan menyebabkan sumbatan. Keputihan juga berkaitan dengan infeksi menular seksual, dampak penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim atau karena keganasan.

Baca Juga:  Ambunten dan Lenteng Tertinggi, PMK Merambah Kepulauan Sumenep

Sedangkan penyebab keputihan non-infeksi, antara lain benda asing di vagina, polip serviks, reaksi alergi atau karena persoalan hygiene yang tidak baik di area kewanitaan.

“Ada saat di mana kebersihan organ intim wanita perlu mendapatkan perhatian ekstra saat haid. Pada saat ini perawatan kebersihan lebih intensif,” ujarnya. (vemale.com/Putri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.