Warga Batuputih Hentikan Paksa Penebangan Puluhan Pohon Asam di Pinggir Jalan

Avatar of PortalMadura.com
Penebangan pohon asam
Penebangan pohon asam wilayah Kecamatan Batuputih, Sumenep, Senin (19/3/2018). (Foto. Istimewa)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Warga Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menghentikan paksa penebangan puluhan pohon asam di sepanjang jalan kabupaten, Senin (19/3/2018).

Pohon yang umurnya ratusan tahun itu dibabat habis oleh orang yang mengklaim mengantongi izin dari dinas terkait. Pohon yang sudah dipotong-potong itu, ada di sepanjang jalan Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih.

Bahkan sebagian ada yang sudah diangkut menggunakan truk bernomor polisi B 9487 KDA. Kabarnya, pemotongan pohon asam terus akan dilakukan hingga batas timur Kecamatan Batuputih, yakni hingga Desa Tengedan.

Atas peristiwa penebangan pohon asam tersebut, pihak Forpimka setempat, (Camat, Polri, dan TNI) mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Bahkan, para pekerja digelandang ke Polsek Batuputih.

“Penebangan pohon itu salah, karena semuanya ditebang, bukan hanya bagian ranting yang menyentuh listrik atau mengganggu fasilitas lainnya,” kata Camat Batuputih, Sumenep, Purwo Edi Prawito, pada PortalMadura.Com.

Baca Juga:  Tampil Pincang, Darun Najah dan Al Istikmal Lolos ke Babak 4 Besar

Pihaknya mengaku telah melaporkan langsung kasus penebangan pohon tersebut pada orang nomor satu di Sumenep. “Bapak Bupati juga memerintahkan saya untuk menghentikan penebangan. Makanya, Forpimka bergerak bersama dan juga sepakat menghentikan,” ujarnya.

Ia bersyukur masyarakat kompak dan ada yang melapor ke pihak Forpimka, sehingga penebangan cepat dihentikan. “Kalau tidak dihentikan, bisa habis semua pohon asam sepanjang jalan Batuputih ini,” ungkapnya.

Menurutnya, jika benar ada izin dari instansi atau dinas terkait untuk melakukan penebangan pohon asam, hendaknya pihak dinas turun ke lapangan. Tidak seenaknya menyerahkan pada pihak ketiga yang akibatnya semua pohon ditebang.

“Tidak serta merta semua pohon asam dilakukan penebangan. Pohon asam itu penyelamat lingkungan, khususnya sepanjang jalan raya. Kalau memang ada pohon asam yang membahayakan, ya tidak ada masalah,” tegasnya.

Baca Juga:  Sumenep 'Pecah Telur' Tim Putri Bola Voli Pasir Raih Medali Emas

Fakta dilapangan, semua pohon ditebang habis. Termasuk pohon yang seharusnya diselamatkan. Hasil introgasi pihak Forpimka, setiap truk kayu (pohon) asam dijual seharga Rp1,5 juta.(Hartono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.