oleh

Warga Branta Pesisir Tolak Relokasi Pasar

PortalMadura.com, Pamekasan – Sejumlah aktivis mahasiswa HIMABRATA (Himpunan Mahasiswa Branta Pesisir ) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menggelar audensi ke kantor DPRD setempat, Rabu (7/5/2014).

Mereka membicarakan soal rencana relokasi pasar tradisional yang ada di dekat pesisir pantai, dan mereka menolak adanya relokasi itu karena pasar itu menjadi tumpuan ekonomi masyarakat Branta Pesisir Kecamatan Tlanakan.

Afif Fatoni, salah seorang mahasiswa mengatakan, masyarakat sangat keberatan dengan rencana pemindahan itu apalgi akan dipindah ke utara jalan raya yang sangat jauh dari pelabuhan.

“Kami sangat menolak makanya kita bicarakan ini dengan dewan, dan warga bersedia pasar itu dipindah asalkan tetap di sekitar pelabuhan dan itu disediakan lahan khusus,” katanya di gedung dewan.

Fatoni menjelaskan, jika pasar itu dipindah maka akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat setempat, dan juga akan menghilangkan tradisi masyarakat yang sudah turun temurun berlangsung.

“Pasar itu menjadi benteng ekonomi masyarakat dalam menghidupi keluarganya setiap hari, sehingga kami minta jalan keluar yang tidak merugikan kami semuanya,” jelasnya.

Sementara ketua Komisi B DPRD Pamekasan Hosnan Ahmadi juga mengatakan, yang namanya pasar kalau memang tingkat perkembangan masyarakatnya sudah berubah, maka bisa jadi ada pergeseran atau pemindahan dan atau perkembangan tergantung dengan adanya faktor pendukung yang ada.

“Kita sesuai dengan fungsinya hanya menfasilitasi mereka dengan instansi terkait sehingga diharapkan ada solusi yang terbaik, baik dari pemerintah maupun terhadap masyarakat,” jelas politisi PAN ini.

Hadir pula dalam kesempatan itu, kepala Syahbandar Pelabuhan Branta pesisir, camat Talanakan, instansi terkait, dan kepada desa setempat serta dari aparat kepolisian. (reiza/htn)

-
-

Komentar