Warga Cirebon Tipu Warga Bangkalan, Korban Alami Kerugian Rp15 Juta

ATM
Ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Bangkalan – Nasib nahas dialami Moch Kosim (62) warga Kemayoran, Bangkalan Kota, Madura, Jawa Timur. Ia harus menanggung kerugian hingga Rp 15 juta.

Dana tersebut diambil melalui penarikan via Anjungan Tunai Mandiri (ATM) oleh Naseh (48) warga Kota Cirebon yang dipercaya oleh korban.

Raibnya uang di ATM milik korban tersebut bermula saat korban minta bantuan kepada pelaku untuk mengambilkan uang sebesar Rp 1 juta.

ATM diserahkan dan nomor PIN juga diberikan pada pelaku, Selasa (7/5/2019). Usai melakukan penarikan, uang pun diserahkan sesuai dengan keinginan korban.

Di luar dugaan sebelumnya, pelaku justru melakukan penarikan uang sebesar Rp 4 juta. Itu diketahui melalui pesan singkat yang diterima korban.

Baca Juga:  Pagi Ini, PMII Sumenep Akan Demo Polres Sumenep

Baca Juga : Stok Janda Muda Capai 900 Orang di Pamekasan Madura

Tak berhenti di sini, saat korban hendak melakukan pengecekan sendiri ke bank, ternyata ATM juga hilang. Rupanya, pelaku mencuri melalui penarikan kembali uang milik korban via ATM hingga berjumlah Rp 15 juta.

Untuk memastikan pelakunya, korban berusaha menghubungi pihak bank yang sekaligus mengecek CCTV. Ternyata benar, Naseh (48) warga Kota Cirebon yang menjadi biang keroknya.

Korban pun segera melaporkan kejadian tersebut pada aparat kepolisian.

Kasubag Humas Polres Bangkalan, Iptu Suyitno, membenarkan adanya laporan kasus dugaan pencurian tersebut dan tersangka sudah diamankan di rumahnya.

“Anggota Satreskrim bersama satu orang anggota Intelkam mengamankan terlapor beserta barang buktinya,” terangnya, Jumat (26/7/2019).

Baca Juga:  Apresiasi Rumah Restorative Justice Unija, Wabup Sarankan Kerjasama dengan Ponpes

Tersangka dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman penjara minimal 5 tahun atau denda 60 juta.(*)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.