oleh

Warga Dikabarkan Muntah Darah Usai Divaksin, Dinkes Pamekasan : Itu Tidak Benar

PortalMadura.Com, Pamekasan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, memastikan warga atas nama Mario Tri Atnarto, warga Dusun Tengah, Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan yang dikabarkan muntah darah usai divaksin covid-19 tidak benar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pamekasan, Nanang Suyanto menjelaskan, hasil pemeriksaan sementara yang bersangkutan dicurigai mengalami infeksi saluran pernafasan atau infeksi paru. Bukan, karena menjalani vaksinasi covid-19 tahap dua.

“Itu bukan muntah darah, sudah saya periksa sendiri. Tapi batuk disertai bercak darah, itu bukan karena vaksinasi, orangnya memang sakit duluan,” terangnya kepada PortalMadura.Com, Rabu (14/4/2021).

Dia mengungkapkan, jika batuk disertai bercak darah tersebut akibat vaksinasi covid-19, seharusnya sudah terjadi sejak yang bersangkutan menjalani vaksinasi tahap pertama pada tanggal 24 Maret 2021, sementara ia menjalani vaksinasi tahap dua pada tanggal 7 April 2021.

“Dosis pertama tanggal 24 Maret, dosis kedua tanggal 7 April. Dirawat inap di Puskesmas Larangan Badung tanggal 12 April, jadi bukan langsung sekarang divaksin sekarang batuk darah, ada jeda lima hari,” terangnya.

Dia melanjutkan, sebelum menjalani vaksin covid-19, pegawai di salah satu instansi pemerintahan di Pamekasan tersebut memiliki riwayat batuk. Namun tidak disampaikan saat proses screening.

“Dia pada saat di-screening di Puskesmas Pademawu, ditanya apakah ada keluhan batuk, jawabnya tidak. Ketika saya tanya kemarin kenapa tidak bilang batuk, dia jawab dikira batuk biasa. Seandainya dia ngomong batuk, akan ditunda (vaksinasinya, red),” tandasnya.

Dia menerangkan, kondisi kesehatan yang bersangkutan saat ini terus membaik, hanya menunggu proses pemulihan sebelum dibawa pulang.

“Tidak masalah, hanya evennya saja habis divaksin seolah-olah habis divaksin seperti itu. Dan itu bukan muntah loh ya, beda muntah dengan batuk, apalagi batuk bercak darah,” ungkapnya.

Dia menghimbau kepada masyarakat agar tidak ragu dalam menjalani vaksinasi, sebab vaksin covid-19 tersebut aman dan halal. Selain itu, masyarakat juga harus jujur atas segala riwayat penyakitnya sebelum menjalani vaksin.

“Karena manfaatnya lebih besar, dari pada efek sampingnya. Efek sampingnya mungkin hanya pusing, dibanding terinfeksi covid-19 lebih bahaya dari pada sekadar pusing saja,” pungkasnya.(*)

Penulis : Marzukiy
Editor : Desy Wulandari

Komentar