Warga Juruan Laok Sumenep Miliki Pusaka Anti Tembak

Penulis: HartonoEditor: Putri Kuzaifah
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Bumi nusantara memang masih kental dengan mistis. Banyak benda-benda bertuah yang memiliki manfaat dan nilai tinggi.

Untuk memiliki tentu tidak mudah. Ada yang melalui ritual, tirakat dan melaksanakan riyadha khusus untuk mendapatkan pusaka sakti dan memiliki kekuatan (supranatural) di dalamnya. Misalnya, pusaka anti tembak.

Benda-benda peninggalayan nenek moyang itu, umumnya disimpan di museum, kolektor, pakar supranatural, pecinta pusaka atau di tangan pribadi.

Salah satunya, dimiliki salah seorang warga Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pusaka yang dimiliki itu jenis keris berukuran kecil. Hanya sepanjang bungkus rokok, tidak termasuk gagang (pegangan) pusaka.

Bila dilihat sepintas, memang tidak ada yang aneh. Ya, hanya benda pusaka, sebuah besi tua. Namun, bila diteliti lebih detail pamor keris itu, terdapat gambar yang unik.

Pamor atau guratan terang pada bilah pusaka itu mirip gambar manusia sedang duduk dan di atas kepala seperti ada mahkota menjulang. Pamor ini hanya di satu sisi, tidak bolak-balik.

Pemiliknya, sebut saja Farid (maaf, identitas lengkap dirahasiakan untuk privasi) baru menyadari jika pusaka yang dimiliki itu anti tembak saat ada yang mencoba.

Saat ujicoba, keris itu disimpan di dalam sebuah gelas berisi air. Lalu ditembak menggunakan sanapan yang umumnya digunakan untuk menembak hewan dengan jarak dekat.

Hasilnya, gelas yang di dalamnya ada pusaka itu tidak hancur. “Tapi, pamor yang mirip gambar orang itu harus didepan. Kalau tidak dihadapkan (pamor itu didepan) gelas tetap pecah,” terangnya.

Ujicoba anti tembak itu, juga sempat dilakukan antara gelas tanpa pusaka dan gelas dengan diberi pusaka dengan cara menghadapkan pamor unik tersebut. “Saat ditembak, gelas tanpa pusaka ternyata pecah,” katanya kembali menegaskan.

Pusaka Anti Tembak Ingin Dijual

Pusaka keris berukuran kecil yang disebut-sebut anti tembak tersebut, ingin dijual. Sang pemilik memiliki keinginan besar, sebagian dari penjualan keris itu akan disumbangkan pada pembangunan masjid.

“Biar bermanfaat untuk orang banyak, akan saya jual. Sebagian akan disumbangkan ke pembangunan masjid,” kata Farid.

Sayangnya, ia tidak mematok mahar atau harga jual pusaka keris tersebut. “Jika ada yang berminat dan serius, datang saja ke sini. Lihat-lihat dulu barangnya,” ujarnya.

Ia pun meminta tim portalmadura.com untuk menfasilitasi atau mengantarkan orang yang memang benar-benar berminat untuk membelinya.

Permohonan tersebut wajar karena lokasi rumah pemilik pusaka tersebut jauh dari kota. Lokasinya di sebuah perkampungan yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Untuk sampai ke perkampungan tersebut, butuh menempuh jarak 25 KM dari jangtung kota Sumenep, Madura. Daerah itu aman dan warganya ramah.

Jalan menuju pemilik pusaka tersebut ada jalan yang tidak beraspal. Namun, sudah bisa dilalui kendaraan roda 4 meski butuh perjuangan untuk hati-hati dengan kondisi jalan sempit.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.