Warga Minta Pemkab Sumenep Lakukan Pencarian Nelayan Hilang, BPBD Sebut Sudah Sesuai SOP

Avatar of PortalMadura.com
Warga Minta Pemkab Sumenep Lakukan Pencarian Nelayan Hilang, BPBD Sebut Sudah Sesuai SOP
Kepala Desa Lobuk, Moh. Saleh (Foto: Taufikurrahman @portalmadura.com)

PortalMadura.Com, Sumenep – Warga Desa Lobuk, Kecamatan Saronggi, meminta pemerintah daerah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, membantu proses pencarian tiga nelayan hilang.

Ketiganya, Harun dan Juma’awam yang merupakan warga Desa Lobuk dan P. Endin, warga Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.

Kepala Desa Lobuk, Abd. Saleh menyampaikan, warga berharap ada upaya penyelaman di lokasi kapal tenggelam yang diduga kuat ada jasad korban.

“Harapan warga ini semoga mendapat respon baik dari pemerintah daerah,” katanya, Selasa (9/3/2021).

Permintaan itu, kata dia, sebagai bentuk utang moral kepada keluarga korban yang sampai saat ini belum ada titik terang.

“Semua ini bisa dikoordinasikan bagaimana enaknya dengan pihak pemerintah desa dan keluarga korban,” ujarnya.

Baca Juga:  Kronologi KDRT di Sumenep, Cekcok di Kamar Hingga Suami Tega Memukul Istri di Ruang Tamu

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Riadi mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Basarnas Surabaya melalui provinsi dan pencarian dihentikan sesuai SOP.

“SOP itu minimal tiga hari jika cuaca tidak baik. Dan maksimal tujuh hari,” sebutnya.

Kondisi cuaca laut saat proses pencarian korban, tidak bersahabat. Dan korban hilang diprediksi berpindah tempat.

“Bergeraknya sudah cukup jauh. Kalau jasad tubuh selama tiga hari pasti sudah hancur kata Basarnas,” terangnya.

Sebelumnya, KM Berhasil II dengan kapten H. Hesam, warga Pulau Mandangin, Sampang berangkat dari Pelabuhan Desa Lobuk, Kecamatan Bluto hendak mencari ikan menuju perairan Timur Laut atau Tenggara pulau Gilingan Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, Sumenep, sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu (14/2/2021).

Baca Juga:  Bulan Muharam, Prasasti Berisi Wasiat Panembahan Sumolo Dikembalikan ke Tempat Semula

Pada pukul 21.00 WIB tiba-tiba terjadi hujan lebat disertai angin kencang dengan ketinggian ombak mencapai 3 meter yang datang bertubi-tubi.

KM Berhasil II digulung ombak susulan dan 17 awak jatuh ke laut pada koordinat -7.298978,113.732095. Mereka sempat terombang ambing di lautan dengan menggunakan drum bekas dan alat lain seadanya. Ke-14 ABK selamat dan tiga lainnya dinyatakan hilang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.