oleh

Warga Muslim ‘Sulit Cari Tempat Salat’, Pemkab Sumenep Didesak Turun Tangan

PortalMadura.Com, Sumenep – Kepemimpinan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi didesak untuk menyediakan fasilitas tempat ibadah bagi warga muslim di dekat penyeberangan Talango-Kalianget, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Desakan tersebut disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat seiring dengan keluhan warga muslim yang kesulitan mencari tempat salat pada saat terjadi antrian di penyeberangan Talango-Kalianget.

Baca Juga : Terjadi di Sumenep ‘Sulit Cari Tempat Salat’ hingga Musala Ditutup Permanen?

Plt Ketua MUI Kabupaten Sumenep, KH. Moh. Sholeh, Jumat (28/5/2021) menyampaikan, pemerintah daerah hendaknya menyediakan fasilitas umum berupa tempat ibadah bagi warga muslim.

“Agar warga muslim tidak sulit dan tidak meninggalkan kewajibanya,” katanya.

Pihaknya menyayangkan dengan adanya penutupan musala maupun masjid di dekat Pelabuhan Talango (kepulauan Poteran), Sumenep.

“Tidak ada alasan untuk perawatan. Jika karena alasan corona, itu tidak masuk akal atau bukan alasan utama,” tegasnya.

Bahkan, kata dia, misalnya alasan guna mencegah penularan Covid-19, penutupan musala atau tempat ibadah tidak masuk akal. “Tempat ibadah itu buka 24 jam. Tidak ada jadwal khusus. Bukan seperti pertokoan,” katanya.

Ia menegaskan, dalam Islam, apabila membuat mudarat terhadap sesama muslim atau bahkan sesama manusia sangat diharamkan, tidak diperbolehkan. “Itu sudah jelas dan tidak bisa ditawar lagi,” ujarnya.

Keberadaan tempat ibadah bagi warga muslim di Pelabuhan Talango harus ada dan terbuka lebar. Sehingga saat terjadi antrian dapat melaksanakan kewajibannya. Apalagi, kata dia, masuk pada waktu salat.

Maka, untuk menghindari hal serupa, tugas pemerintah daerah turun lapangan dan memfasilitasi apa yang terjadi dan jika perlu membangun fasilitas umum untuk tempat ibadah warga muslim.

Sebelumnya, Salah seorang pengguna media sosial facebook (FB) membuat status merasa kesulitan untuk melaksanakan salat zuhur saat terjadi antrian di penyeberangan Pelabuhan Talango, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Akun personal facebook tersebut atas nama @Fathol Bari. Ia juga mengunggah empat buah foto yang menggambarkan Pelabuhan Talango, antrian kendaraan dan gambar musala dari jauh.

Pelabuhan Talango adalah tempat penyeberangan menuju daratan Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. Talango merupakan sebuah kecamatan yang ada di wilayah Pulau Poteran.

Berikut isi lengkap status akun facebook @Fathol Bari, yang membuat warganet geleng-geleng kepala:

“Saat ngantri lama di Pelabuhan Talango kami rombongan ingin melaksanakan shalat dhuhur, kami coba menuju masjid sebelah timur pelabuhan, tapi ternyata dikunci rapat sehingga tak bisa masuk masjid. Lalu mencari Mushalla pas dekat pelabuhan namun menurut penjelasan orang pelabuhan Mushalla telah ditutup pemanen. Kesimpulan sementara saya bahwa saya sulit melaksanakan shalat saat antri panjang di Pelabuhan Talango. Mungkin saja ada mushalla umum yang amat dekat tapi saya belum tahu posisinya. Atau memang tak mushalla tempat shalat para musafir.
Tapi mengapa masjid dekat pelabuhan dikunci di siang hari?
Mungkin ada yang bisa bantu menjawab.”

Status tersebut diunggah pada tanggal 25 Mei 2021, dikutip PortalMadura.Com, Jumat (28/5/2021).

Status facebook pada akun personal tersebut mendapat respon dari warganet. Salah satunya @Adi Sucipto:

Baru dirasa, bahwa karena Alasan Corona hampir semua tempat ibadah Umat Islam di Non-aktifkan…. Hehe“.

Pemilik akun @Fathol Bari, berusaha meluruskan “Adi Sucipto, ini terasa pake tafsir jalan lain. Soal ditutupnya mushalla ada alasan yang tak perlu dipublish dari penjelasan orang 👤setempat yg saya tanyakan“.

Terjadi di Sumenep Sulit Cari Tempat Salat hingga Musala Ditutup Permanen Bikin Geleng geleng Kepala
Situasi pelabuhan Talango dengan latar bangunan mirip tempat ibadah, (akun facebook @Fathol Bari)

@Fathol Bari juga memberi caption pada salah satu foto yang diunggah, “Inilah mushalla yang tutupp permanen di sekitar pelabuhan Talango. Penjelasan warga setempat“. tulisnya.

Belum ada keterangan detail dari para pihak atas keberadaan tempat ibadah yang dikeluhkan warganet tersebut.(*)

Penulis : Taufikurrahman
Editor : Putri Kuzaifah

Komentar