oleh

Warga Peranakan Cina Muslim Pertahankan Tradisi Hingga Akhir Hayat

PortalMadura.Com, Sumenep – Warga peranakan Cina Muslim yang berada di Desa Lapa Laok dan wilayah terdekat lainnya di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih mempertahankan tradisinya sebagai warga Cina hingga akhir hayatnya.

Terbukti, di daerah yang selalu dijadikan bahan penelitian oleh mahasiswa maupun kaum intelektual lain, terdapat lahan yang cukup luas untuk pemakaman warga keturunan. Meski mereka pada umumnya sudah memeluk agama Islam, namun nisan menyerupai gundukan bukit (nisan adat Cina) tetap dibuat saat meninggal.

Namun diatasnya, terdapat sejumlah nisan seperti agama Islam pada umumnya. “Warga keturunan disini sudah banyak yang menganut Agama Islam. Yang menganut Islam, bila meninggal nisannya ya seperti warga muslim pada umumnya,” kata Abdul Kafi, warga Dongkek, Sumenep, Senin (1/9/2014).

iklan hari santri

Pemakaman warga keturunan, kata dia, ada di Desa Lapa Laok atau depan Kantor Kepala Desa Lama dan pemakaman lainnya ada di perbatasan Dungkek. “Di Desa Lapa Laok itu memang cukup luas, namun nisan yang sudah ratusan tahun tidak lagi terpelihara, bahkan ada yang dibuat jalan umum,” terangnya.

Lokasi pemakaman warga keturunan tersebut berjarak sekitar 1 km dari rumah warga keturunan Cina. Tempatnya lebih tinggi dari pemukiman warga (mirip bukit). “Buyut saya juga keturunan Cina dan Bugis. Jadi, kehidupan warga keturunan dengan warga lain tidak ada masalah dan membaur seperti warga kampung lain,” terangnya.(htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.