oleh

Warga Pulau Gili Raja Demo Minta Listrik

SUMENEP (PortalMadura) – Sebanyak 30 orang warga Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, jalan dr Cipto Sumenep, Kamis (12/12/2013). Mereka menagih janji pemerintah daerah atas kebutuhan listrik masyarakat pulau.

Selain berorasi, mereka juga membawa poster dan spanduk rentang yang bertuliskan, diantaranya, ‘Masyarakat Gili Raja Menangih Janji Bupati’, ‘Kami tidak butuh janji tapi bukti’. Mereka juga membawa sebuah lampu teplok dan sempat berorasi diatas pagar halaman Pemda.

“Bupati pernah berjanji akan memenuhi kebutuhan listrik di kepulauan. Khususnya, Pulau Gili Raja. Tapi, sampai saat ini masyarakat tidak menikmati listrik,” kata Eko Wahyudi dalam orasinya.

Menurut dia, janji pemerintah daerah seharusnya sudah terealisasi. Sebab, ini sudah akhir tahun. “Kalau tidak sekarang, kapan lagi masyarakat pulau bisa menikmati listrik,” tegas Eko.

Sementara, Kepala Kantor Energi dan Sumber Daya Meneral (ESDM) Kabupaten Sumenep, Abd. Kahir mengatakan, secara umum pemerintah daerah selalu berusaha untuk program kelistrikan di kepulauan.

“Ada tiga alternatif yang sangat mungkin dilakukan yakni pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), Pembangkit listrik Tenaga Surya (PLTS), dan Compress Natural Gas (CNG),” katanya.

Untuk kebutuhan masyarakat kepulauan Gili Raja, perlu kerjasama dengan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN). Namun, bila menggunakan jaringan listrik bawah laut akan menguras anggaran.

“Di sana (Pulau Gili Raja, red) ada sekitar 3.500 kepala keluarga (KK). Dengan asumsi semua KK menggunakan jaringan listrik, maka belum masuk kategori ekonomis. Karena anggaran yang diperlukan itu mencapai kisaran Rp35 miliar,” urainya.

Pihak PLN, sudah tidak mungkin untuk mengeluarkan anggaran bernilai miliaran tersebut. Maka PLN membebankan pada pemerintah daerah (Pemda) setemat. “Yang dilakukan Pemda Sumenep saat ini, yakni melakukan komunikasi intens dengan PLN, Pemprov Jatim, dan SKK Migas serta Pemda Sumenep sendiri,” terangnya.

Empat komponen tersebut, saat ini sedang intens mencari solusi agar semua masyarakat kepulauan bisa menikmati aliran listrik seperti yang sering diutarakan oleh masyarakat kepulauan.

“Kami memang selalu diperintahkan oleh bapak bupati, agar pulau-pulau di wilayah Sumenep itu bisa teraliri listrik. Tapi, tidak tahun ini,” tandasnya.(arif/htn).


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.