oleh

Warga Sekarbunguh Bangkalan Tolak Pembebasan Lahan oleh BPWS

PortalMadura.Com, Bangkalan – Warga Sekarbunguh, Desa Sekulilo Barat, Kecamatan Labeng, Bangkalan, mendatangi kantor DPRD setempat, Rabu (4/12/2019).

Mereka mengadu upaya penyerobotan (pendudukan) tanah oleh Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Lahan itu, hendak dibangun wisata pesisir Suramadu seluas 20 hektare.

“Itu tanahnya warga bukan tanahnya BPWS. Semua warga memiliki sertifikat tanah,” terang Ketua Kelompok Warga Sekarbunguh, Ibnuh Abdillah.

Bahkan, kabar yang diterima mereka, BPWS akan menggusur rumah warga, padahal warga tidak ada yang setuju untuk pindah.

Pembebasan lahan yang akan dilakukan oleh pihak BPWS mencapai 20 hektare. Ada 135 Kepala Keluarga (KK) yang akan terdampak. Mereka mengklaim menolak atas rencana pembebasan lahan tersebut.

“Kami tidak mau dipindah dan tidak mau digusur dari tanah itu, karena tanah itu merupakan dari leluhur kami, meskipun ada sebagian yang tidak menolak itu murni bukan warga Sekarbunguh. Itu pendatang,” ujarnya.

Anggota Komisi A DPRD Bangkalan, Ha’i menjelaskan, warga menyampaikan bahwa menolak tanahnya dibebaskan oleh BPWS.

“Intinya warga menolak atas pembebasan lahan yang dilakukan oleh BPWS, Apabila warga tidak mau, tidak boleh dipaksakan,” tegasnya, usai menemui warga di ruang Komisi A.

Warga Sekarbunguh siap desanya ditata untuk dijadikan wisata, tetapi mereka tidak mau digusur maupun dipindah.

“Semua yang disampaikan warga itu, nanti kami akan dikoordinasikan ke pihak pertanahan dan BPWS untuk menindak lanjuti aduan masyarakat tersebut,” janjinya.(*)

Penulis : Imron
Editor : Nurul Hijriyah
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE