Warga Takut Bangun Rumah dan Tempat Usaha di Bekas Keraton Batuputih

Avatar of PortalMadura.com
Penulis: HartonoEditor: Desy Wulandari
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Warga di sekitar bekas Keraton Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memiliki rasa takut untuk membangun rumah maupun tempat usaha lainnya di bekas keraton Batuputih.

Keraton pertama Arya Wiraraja Sumenep itu, secara administrasi berada di Dusun Buras, Desa Batuputih Daya, Kecamatan Batuputih, Sumenep atau berjarak sekitar 2,5 Km ke utara dari simpang 3 Koramil 0827/15 Batuputih.

Ketakutan warga untuk membangun rumah, tempat usaha maupun sekedar kandang hewan peliharaan di area yang diyakini sebagai lokasi bekas keraton Batuputih, diakui salah seorang warga setempat yang ditemui PortalMadura.Com, Rabu (25/5/2022).

Gak ada yang berani membangun rumah. Kandang sapi saja, gak berani,” kata Abdul Gani.

Ia menceritakan pengalaman warga lain yang rumahnya sangat dekat dengan lokasi keraton. Di belakang rumah bagian selatan pada rumah warga, dibuat tempat kandang sapi.

“Musnah pak sapinya. Jadi, gak ada yang berani membuat bangunan apapun di sini [di bekas keraton Batuputih, red],” ujarnya.

Baca Juga:  Porprov Jatim 2022, Sementara Sumenep Raih 16 Medali

Untuk tempat usaha, juga ada warga yang sudah memulai dengan membuat warung atau tempat jualan yang menyediakan kebutuhan sehari-hari. “Juga tidak lama, musnah,” terangnya.

Abdul Gani yang sedang menggali batu gunung di lokasi bekas keraton Batuputih, juga menunjukkan dengan telunjuk batas-batas area yang diyakini bekas keraton Batuputih. Luasnya diperkirakan lebih dari 1 hektare.

“Batas utara sampai rumah warga atau lurus dengan tambiyu dekat pohon bambu. Bagian barat sampai Bato Toladhân [secara kasat mata mirip tiang teras rumah di atas bukit, red],” katanya.

Untuk batas bagian selatan, kata dia, lurus ke timur dari pohon bambu yang tumbuh di barat daya dan batas bagian timur hingga mendekati bangunan masjid.

“Dari pengalaman warga yang lain itulah, warga juga takut membangun apapun di tempat ini [keraton Batuputih, red],” ucapnya.

Baca Juga:  Produktivitas Gol Tim Al Amin vs Al Furqon

Namun, warga tetap beraktivitas di lokasi bekas keraton Batuputih, seperti mengolah lahan pertanian dengan berbagaimacam tanaman umbi-umbian, kacang-kacangan, jagung, sorgum dan tanaman cabai jamu.

Pada musim penghujan, lokasi bekas keraton Batuputih yang berada di ketinggian 250 meter di atas permukaan laut tampak rindang dan subur meski berbatu.

Pada siang hari, lalu lalang warga di akses jalan utama Desa Batuputih Daya itu, terpantau ramai. Namun, pada malam hari sepi dan tidak ada penerangan jalan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.