oleh

Warga Tanjung Kiaok Sapeken Kehilangan Mata Pencaharian

PortalMadura.Com, Sumenep – Warga Desa Tanjung Kiaok, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kehilangan mata pencahariannya akibat Covid-19. Warga yang mayoritas sebagai nelayan itu menghentikan aktifitasnya karena tidak bisa menjual hasil tangkapannya.

“Selama ini mereka menjual hasil tangkapannya ke Bali dan Banyuwangi, tapi setelah menyebarnya Covid-19, dua daerah itu menutup akses bagi warga luar. Akibatnya, nelayan kami tidak bisa menjual hasil tangkapannya,” kata Kepala Desa Tanjung Kiaok, H. Zahirudin, Selasa (31/3/2020).

Baca Juga: Rombongan Pengantin dari Sumenep Digiring ke Posko Covid-19 di Sampang

Di Desa Tanjung Kiaok itu memiliki 1.270 KK, dengan sekitar 3.800 lebih penduduk. Dari ribuan warga itu 90 persen sebagai nelayan, sisanya sebagai petani. Saat ini perekonomian mereka lumpuh. Masyarakat hanya diam di rumah masing-masing.

“Saat kondisi normal, penghasilan mereka rata-rata Rp 300 ribu per harinya. Tapi sekarang, mereka tidak bisa apa-apa,” ucapnya.

Ia berharap, pemerintah daerah dapat mengambil langkah untuk menangani warga tersebut. Sebab, kalau kondisi ini berlangsung lama, pasti akan ada dampak terhadap ekonomi masyarakat.

“Masyarakat butuh makan. Kalau tidak bekerja, mereka mau makan dari mana. Ini harus ada langkah tepat dari pemerintah,” harapnya.(*)

Penulis : Samsul Arifin
Editor : Rena RH

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.