Wartawan Pamekasan Disuntik Vaksin Covid-19

Avatar of PortalMadura.com
Wartawan Pamekasan Disuntik Vaksin Covid-19
Salah satu wartawan media online Pamekasan di suntik vaksin covid-19 (Foto: Marzukiy @PortalMadura.Com)

PortalMadura.Com, Pamekasan – Insan jurnalis di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menjalani vaksinasi covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Slamet Martodirdjo, Selasa (23/3/2021).

Vaksinasi tahap pertama bersama sejumlah instansi pemerintahan tersebut dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Peserta yang hendak menjalani suntik vaksin itu harus melalui empat tahap, meliputi meja registrasi dan verifikasi data, meja kedua cek kesehatan, penyuntikan vaksin dan terakhir penyesuaian data.

Sekretaris PWI Pamekasan, Esa Arif menyampaikan, sebagai organisasi profesi wartawan yang terstruktur dari tingkat pusat hingga daerah memiliki tanggung jawab untuk menyukseskan program pemerintah dalam memutus penyebaran covid-19 yang menjadi wabah menakutkan di dunia.

Baca Juga:  Puluhan Anak Yatim Ikuti Khitanan Gratis KAHMI Timur Daya Sumenep

Wartawan sebagai penyebar informasi berkewajiban untuk menyebarkan berita yang edukatif tentang vaksinasi covid-19 yang belakangan ini banyak beredar informasi hoax. Hal itu penting agar masyarakat tidak terhasut berita bohong.

“Wartawan juga yang pekerjaannya banyak bersinggungan dengan banyak orang harus memiliki kekebalan tubuh agar tidak mudah tertular virus. Ini merupakan ikhtiar kita,” katanya usai jalani vaksin.

Dia meminta kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap berita hoax, terutama tentang vaksin covid-19 tersebut. Karena vaksinasi ini merupakan upaya pemerintah agar bangsa Indonesia tidak mudah terpapar covid-19.

Salah satu wartawan media online, Moh. Rifqi menuturkan, dirinya tidak merasakan gejala apapun setelah menjalani vaksin covid-19. Vaksinasi covid-19 sama halnya dengan suntik biasa, tidak ada yang beda.

Baca Juga:  Anda Ingin Sixpack? Hindari 5 Cara Ini yang Sebenarnya Salah

“Sama saja, sebelum dan setelah divaksin rasanya sama. Kalau saya justru memang ingin divaksin sejak kemarin,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.