oleh

Waspada! Ada Tempat Makan Gunakan ‘Jin Peludah’ Sebagai Penglaris

PortalMadura.Com – Bagi yang mempunyai kebiasan atau sering makan di warung atau tempat lain, perlu mewaspadai adanya ‘jin peludah’ yang sengaja digunakan oleh penjual makanan sebagai penglaris jualan.

Disadari atau tidak oleh si penjual makanan, ‘jin peludah’ merupakan setan yang sangat menjijikkan. Penglaris semacam ini, tidak hanya digunakan di warung-warung sederhana, melainkan di tempat makan mewah.

Cara kerja ‘jin peludah’ adalah setiap makanan yang disajikan dibuat lebih nikmat dengan cara diludai sehingga pelanggan ketagihan. Bahkan, ada jin yang bertugas penjilat piring yang akan digunakan konsumen. (baca : Kenali, Jin Ini Yang Masuk ke Tubuh Manusia)

Dampak lain yang akan dialami konsumen, adalah akan masuk aura negatif pada tubuhnya. Penglaris semacam ini, juga dapat disebut sihir. (baca : 5 Jenis Jin di Dunia Yang Perlu Anda Ketahui)

Ciri-ciri tempat makan yang menggunakan penglaris sihir

Kalau warung besar semacam restauran, pasti ada toilet atau ruang dekat dapur yang nggak boleh dimasuki siapapun. Biasanya di dalamnya ada orang tua renta yang sakit kakinya dicelup ke air untuk kuah masakan.

Kalau warung pinggir jalan, perhatikan panci atau periuknya. Biasanya kalau pake penglaris hanya si tukang dagang yang boleh buka, jadi pembeli tidak boleh sembarang ambil kuah atau lihat-lihat isinya.

Biasanya terdapat buntelan kain putih di tempat nasi, gagang centong sayur, atau di peralatan masak lainnya.

Warung pinggir jalan yang menggunakan penglaris, tempat cuci piringnya terpisah jauh dan tidak terlihat kegiatan cuci piringnya.

Kalau dibawa pulang, rasanya berubah drastis berbeda dengan rasa jika dimakan di tempat makan atau makanannya cepat menjadi basi sehingga tidak sempat termakan.

Jika dinetralkan dengan doa rasanya jadi standar.

Sebagai orang beriman jangan lupa berdoa, karena orang yang dekat dengan Tuhan akan dijauhkan dari segala yang jahat. Berdo’alah dimana saja dan kapan saja ketika akan dan sesudah makan.(berbagai sumber/har)


Tirto.ID
Loading...

Komentar