oleh

Waspada! Ini 4 Risiko Dibalik Keseruan Bermain Gadget

PortalMadura.Com – Saat ini, penggunaan gadget seakan sudah menjadi kebutuhan yang sulit di lepaskan dari kegiatan sehari-hari. Mulai dari untuk berkomunikasi, kebutuhan kamera, mendengarkan musik, hingga bermain game, sudah tersaji dalam satu genggaman.

Akibatnya, mata pun tidak luput dari pandangan fokus menatap layar gawai. Hal ini tentu memiliki dampak negatif, menatap layar gadget secara terus-menerus berimbas pada beragam gangguan yang muncul dari dalam tubuh.

Berikut empat risiko yang perlu Anda ketahui dibalik keseruan bermain gadget:

Menyebabkan Sindrom Metabolik
Imbas yang paling mudah ditemukan pada seseorang yang kecanduan gadget adalah perilaku hidup yang asal-asalan. Seperti, makan sembarangan, kurang tidur, malas olahraga hingga rawan stres.

Apabila hal ini terjadi dalam waktu lama, ahli kesehatan internasional, Victoria L. Dunckley, MD, menyebutkan dapat memicu terjadinya sindrom metabolik, yang mencakup obesitas, diabetes hingga tekanan darah tinggi.

Gampang Tersinggung
Perilaku introvert akibat terlalu asyik sendiri menatap layar gadget juga dapat memicu seseorang menjadi lebih menutup diri terhadap kehidupan sosial. Hal ini dapat membuat emosi jadi kurang terkontrol. Walhasil, kebanyakan dari maniak gadget punya kencenderungan marah-marah atau gampang tersinggung.

Penyusutan Otak
Ternyata, melihat layar gadget dalam waktu lama dapat menyebabkan perubahan perilaku kognitif.

Menurut lansiran Psychology Today, perubahan perilaku tersebut mencakup kecenderungan untuk menyendiri, kurang interaksi, jarang bergaul hingga suka melamun. Hal tersebut membuat kinerja otak jadi berkurang, termasuk kemungkinan untuk mengalami penyusutan otak, bilamana dilakukan dalam kurun waktu lama.

Mengganggu Kesehatan Mata
Sebagai organ yang paling aktif bekerja saat menatap layar gadget, gangguan pada mata memang sulit dihindarkan.

Menurut Profesor Steven Gortmaker, layar gadget memiliki sinar biru yang dapat merusak retina mata. Guru besar sosiologi kesehatan asal Harvard tersebut juga menambahkan, bila satu jam menatap layar gadget sudah mampu membuat mata kering dan lelah.

Guna menghindari dampak terburuk, Profesor Steven menggagas konsep 20-20-20. Maksudnya, jika sudah 20 menit melihat layar, pandanglah objek yang berada pada jarak 20 meter selama 20 detik. Hal ini dapat membuat otot mata tidak sampai tegang.

Selain itu, mata kering akibat terlalu lama menatap layar gadget juga dapat diatasi dengan obat tetes mata. Obat tetes mata dapat menggantikan air mata, sehingga dapat melumasi dan menyegarkan kembali mata yang kering. Teteskan 1-2 tetes pada kedua mata sebanyak 2-3 kali dalam sehari. (merdeka.com/Salimah)


Komentar