Waspadai Angin Cumulonimbus Di Selat Madura

Avatar of PortalMadura.Com

PortalMadura.Com, – Harga ikan di Pamekasan, , Jawa Timur masih mahal karena hasil tangkapan nelayan minim akibat buruk.

Anas (35) salah satu nelayan di Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan mengatakan, hanya sebagian nelayan yang nekat melaut, sebab cuaca yang sering berubah, terutama pada siang dan sore hari. Akibatnya harga ikan juga ikut melambung.

“Mayoritas nelayan masih khawatir untuk melaut karena cuaca sangat buruk utamanya di tengah laut,” katanya, Selasa (6/1/2015).

Sementara Prasetyo, Juru Info dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Maritim Tanjung Perak Surabaya melalui telpon selulernya menghimbau, nelayan di perairan Madura harus lebih waspada karena curah hujan dan angin kencang masih berpotensi terjadi.

Terutama, di perairan laut Jawa atau sisi utara Madura dan Timur Madura. Sementara di selat Madura, tinggi gelombang lebih rendah di banding dua hari sebelumnya, yaitu sekitar 1,5 meter.

“Untuk dua hari ke depan memang nelayan perlu waspada karena gelombang diprediksi akan tinggi untu utara Madura,” katanya.

Menurut Prasetyo, gelombang masih tinggi di laut Jawa yaitu rata-rata 2,5 meter, dengan kecepatan angin maksimal 26 Knot. Masyarakat dihimbau untuk waspada ketika terjadi penumpukan awan Cumulonimbus (CB) atau awan hitam menggumpal, yang berpotensi terjadinya hujan dan petir serta angin kencang. Awan CB diprediksi akan selalu ada diseputar langit Madura.

“Peluang hujan juga sangat berpotensi terjadi dan biasanya diawali dengan awan hitam dan petir, sehingga warga dan nelayan perlu terus waspada,” himbaunya. (reiza/htn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.