oleh

Waspadalah! Modus Penipuan Muncul di Facebook, Sudah Menginfeksi Lebih dari 10.000 Pengguna

PortalMadura.Com – Salah satu modus penipuan tertua di media sosial Facebook kembali muncul. Menawarkan teknologi mengubah warna laman Facebook, sebuah situs berusaha menanam program jahat atau malware ke komputer atau telepon seluler korban.

Ironisnya penipuan itu sudah memakan korban lebih dari 10.000 orang di seluruh dunia, demikian dikatakan Cheetah Mobile, sebuah perusahaan keamanan internet yang bermarkas di Cina.

Situs itu berusaha menipu para pengguna Facebook untuk mengunduh sebuah program yang diklaim bisa mengubah warna laman profil Facebook mereka.

Jika pengguna Facebook mengklik tautan atau link untuk mengunduh aplikasi pengubah warna profil Facebook itu, maka mereka akan diarahkan pada situs penipuan.

iklan hari santri

Situs penipuan itu menyasar para pengguna Facebook dalam dua cara. Pertama mencuri token akses pengguna dengan merayu pengguna Facebook melihat video tutorial cara mengubah warna profil Facebook. Dengan token itu peretas bisa mencuri akses ke sahabat-sahabat pemilik akun yang menjadi korban.

Kedua, jika korban tidak melihat video itu, situs itu akan mengarahkan untuk mengunduh aplikasi berisi program jahat atau tautan ke pemutar video porno. Tetapi jika pengguna menggunakan ponsel atau tablet Android, maka situs itu akan menipu dengan mengatakan bahwa perangkatnya terinfeksi virus dan harus mengunduh aplikasi tertentu.

Menurut Cheetah Mobile modus penipuan itu tidak kunjung hilang karena Facebook membiarkan para peretas secara bebas memasang virus dan program jahat di aplikasi berbasis Facebook.

Adapun bagi mereka yang sudah pernah tertipu oleh modus penipuan itu, Cheetah Mobile menganjurkan para korban untuk meng-uninstall aplikasi itu sesegera mungkin dan mengganti password mereka. (Mashable/suara)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.