Wow! Santri di Pamekasan Mampu Olah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Minyak

  • Bagikan

PortalMadura.Com, Pamekasan – Kreatifitas santri Mambaul Ulum Bata-bata Pamekasan, Madura, Jawa Timur, patut diacungi jempol. Sebab ada santri di pondok pesantren tersebut mampu mengolah limbah sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM). Mantap bukan?.

Adalah Abd kholik, Ach Fauzi dan Wahyudi yang menunjukkan kemampuan luar biasa tersebut, siswa yang sekarang duduk di kelas XII jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di pondok pesantren itu menjadi inspirasi bagi teman-temannya untuk menciptakan hal baru.

Abd. Kholik menceritakan, membuat bensin dari plastik itu bukanlah hal yang mudah, meskipun beberapa percobaan yang dilakukan sebelumnya gagal, namun tidak menyurutkan niatnya untuk menciptakan hal baru.

Baca Juga: 9 Tahun THL Tak Dibayar, Dishub Pamekasan Persilakan Mundur Jika Banyak Nuntut

“Membuat bahan bakar dari sampah plastik. Pertama kali coba gagal. Tapi setelah diuji coba belasan kali akhirnya menghasilkan dua jenis bahan bakar. Yakni sejenis solar dan bensin,” katanya, Kamis (17/1/2019).

Dia mengaku, proses pembuatan BBM dari sampah plastik itu tidak menggunakan bahan campuran kimia yang dapat membahayakan. Murni dari pembakaran sampah yang ia kumpulkan dari sampah-sampah santri yang dibuang. Ia kemudian berpikir agar sampah yang ada bermanfaat bagi lingkungan.

“Tidak ada campuran bahan-bahan kimia lainnya. Proses pembuatan murni dari sampah yang dibakar melalui tabung. Tabungnya sudah disediakan,” terang dia.

Kholik tidak menampik jika proses pembuatan BBM bersama temannya itu masih membutuhkan perbaikan. Sebab, ada masalah yang sekarang belum teratasi dan belum efektif untuk digunakan. Apabila digunakan kepada sepeda motor masih mengeluarkan asap.

“Namun hasil BBM kurang sempurna. Ketika diuji cobakan ke kendaraan mengeluarkan asap hitam. Alat alat perlu disempurnakan agar hasilnya juga bisa sempurna,” tandasnya.

Dia memungkasi, santri harus senantiasa mampu bersaing dengan perkembangan zaman yakni menciptakan hal baru. Bukan sekadar menjadi penikmat hasil kreatifitas orang lain, sehingga santri tidak lagi dilihat sebelah mata oleh publik. (Marzukiy/Putri)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.