Yuk Mams, Ajarkan Si Kecil Berkomunikasi Asertif

Avatar of PortalMadura.Com
Yuk Mams, Ajarkan Si Kecil Berkomunikasi Asertif
ilustrasi

PortalMadura.Com – Mams, mungkin Anda sedikit bertanya apakah itu komunikasi asertif? Asertif dikatakan sebagai sikap berani untuk mengungkapkan perasaan, pikiran, dan yang menjadi kemauannya serta mempertahankan haknya tanpa merugikan orang lain dengan cara yang tepat.

Sebenarnya tidaklah sulit untuk mengajarkannya pada Si Kecil. Berikut tipnya untuk Anda.

1. Doronglah Si Kecil untuk mencoba hal-hal baru. asertif tidak akan takut terhadap perubahan. Mereka senang mencoba hal-hal baru atau melakukan hal-hal yang berbeda. Mereka tidak takut gagal atau malu karena mereka tahu bahwa kegagalan adalah kesempatan untuk belajar.

2. Ajarkan Si Kecil tentang privasi. Ajarkan bagaiman ia bisa menghargai privasi orang lain. Misalnya, betapa pentingnya mengetuk pintu sebelum masuk ke dalam kamar orang lain, atau tidak sembarangan mengambil makanan orang lain.

3. Berani mengatakan “Tidak”. Beritahu Si Kecil bahwa ia mempunyai hak untuk mengatakan ‘Tidak' untuk beberapa hal yang tidak mereka sukai. Dan sebaliknya, Si Kecil  juga harus menghargai hak orang lain untuk mengatakan hal yang sama.

4. Ajarkan Si Kecil bagaimana cara untuk meminta bantuan. Kunci dari komunikasi asertif adalah tahu kapan dan bagaimana cara untuk meminta bantuan. Anak asertif tidak kuatir untuk terlihat bodoh, bingung atau salah tangkap sehingga mereka akan meminta bantuan ketika mereka tidak yakin akan sesuatu. Anak asertif telah diajarkan untuk berfokus mencari solusi daripada berfokus pada masalah.

5. Perbolehkan Si Kecil untuk berubah pikiran. Berikan pengertian bahwa mereka mempunyai hak untuk berubah pikiran dan tidak merasa bersalah akan hal tersebut. Contohnya, Tasya dan temannya pergi ke waterpark untuk berenang. Kemudian, temannya tidak jadi berenang karena tiba-tiba ia takut dengan kedalaman kolam. Tasya tidak perlu merasa kesal karena setiap orang mempunyai hak untuk mengubah pikirannya.

6. Ajarkan anak mengemukakan pendapat. Anak yang dapat berbicara untuk dirinya sendiri dan orang lain dengan sendirinya menyadari bahwa ketegasan dapat menciptakan perubahan yang mereka inginkan.

7. Ajarkan Si Kecil bagaimana cara membiarkan orang lain memimpin. Anak asertif tidak selalu harus menjadi pemimpin karena mereka mempunyai kepercayaan diri di berbagai aspek. Mereka mengerti bahwa kadangkala situasi akan dapat mendatangkan keuntungan bila mereka bertindak sebagai pemimpin sementara pada situasi lainnya lebih baik bila mereka bertindak sebagai pengikut. (smartmama.com/choir)

DAPATKAN UPDATE BERITA LAINNYA DI

google news icon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.