oleh

Yuk Umat Islam, Tiru Salat Tahajud Rasulullah

PortalMadura.Com – Rasulullah merupakan makhluk mulia yang paling takwa dan bersyukur pada Allah SWT. Suatu ketika, Aisyah RA bertanya: “Mengapa engkau berbuat seperti ini, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?” Nabi menjawab, “Bukankah sudah semestinya aku senang menjadi hamba yang bersyukur?” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadis di atas menjelaskan tentang Rasulullah yang rajin melaksanakan salat malam (Tahajud). Padahal, Allah SWT sudah menjamin surga dan mengampuni dosa-dosa beliau, baik yang telah lalu maupun yang akan datang.

Nah, terkait Tahajud Rasulullah, dari Aisyah, ia berkata: “Di suatu malam aku merasa kehilangan Rasulullah dari tempat tidurnya, kemudian aku cari beliau dengan meraba-raba, ternyata tanganku menyentuh telapak kaki beliau dan beliau sedang sujud serta kedua telapak kaki beliau sedang ditegakkan. Ketika itu beliau sedang membaca doa: “Ya Allah, aku berlindung dengan keridaan-Mu dari murka-Mu, dan kepada pengampunan-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari azab- Mu, aku tidak dapat menghitung betapa banyak sanjungan yang disampaikan kepada-Mu, sebagaimana yang telah Engkau sanjung diri-Mu sendiri” (HR Muslim).

Dari Aisyah RA, ia berkata: “Rasulullah biasa mengerjakan salat malam setelah salat Isya sampai fajar Subuh menyingsing” (HR Ahmad).

Perlu umat Islam ketahui, bahwa Rasulullah biasa memperpanjang waktu berdiri ketika salat. Tatkala beliau ditanya tentang salat yang bagaimanakah yang paling utama, beliau menjawab, “Yang paling lama berdirinya” (HR Darimi).

Loading...

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata: “Rasulullah melakukan salat malam hingga kedua telapak kakinya pecah-pecah, (HR Nasai). Rasulullah menunaikan salatnya tanpa istirahat hingga delapan rakaat (empat salam), baru kemudian beliau duduk berzikir, (HR Abu Dawud). Setelah berzikir beliau salat dua rakaat sambil duduk, (HR Abu Dawud). Setelah itu Rasulullah salat Witir satu rakaat, (HR Abu Dawud), dilanjutkan sujud selama kira-kira bacaan 50 ayat” (HR Bukhari).

Selain itu, Rasulullah menunaikan Tahajud dengan bacaan pelan, tetapi masih dapat didengar dari kamar Aisyah, (HR Abu Dawud). Tidak selamanya Rasulullah membaca pelan, terkadang membaca dengan jahr (keras), (HR Ibnu Majah). Untuk bacaan yang hukum-nya panjang Rasulullah membacanya dengan mad yang jelas dan benar-benar panjang, (HR Ibnu Majah).

Bahkan, pada masa-masa akhir hidup Rasulullah, terkadang beliau membaca surah di dalam Tahajud sambil duduk, setelah bacaan di dalam surah tersebut kurang dari 30 ayat atau 40 ayat, Rasulullah berdiri menyempurnakannya, (HR Ibnu Hiban).

Riwayat lain, Rasulullah jika membaca surah dalam salat sambil duduk, rukuk dan sujudnya juga dikerjakan sambil duduk, (HR Muslim). Jika di dalam bacaannya terdapat ayat yang menyebutkan rahmat Allah, Rasulullah berdoa memohon kepada-Nya, jika membaca ayat yang berisikan tentang azab, Rasulullah meminta perlindungan, dan jika Rasulullah membaca ayat yang menyebutkan tentang kesucian Allah, Rasulullah bertasbih, (HR Ibnu Majah).

Maka dari itu, semoga Allah SWT membimbing kaum Muslimin agar dapat meneladani salat Tahajud Rasulullah dan merasakan manisnya iman. Aamiiin. Wallahu A’lam. (republika.co.id/Salimah)



Komentar