10 Wujud Cinta Umat Muslim Pada Allah SWT

  • Bagikan
10 Wujud Cinta Umat Muslim Pada Allah SWT
ilustrasi

PortalMadura.Com – Islam menganjurkan umat Muslim untuk cinta pada Allah SWT. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Alquran: “Katakanlah, ‘Jika bapak, anak, saudara, istri, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatir kerugiannya, dan rumah-rumah tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan putusan-Nya.’ Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik” (QS At-Taubah : 24).

Sementara, dalam hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah r.a, terdapat hadis qudsi mengenai orang yang dicintai Allah. Yaitu: ” Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah bersabda bahwa Allah berfirman, ‘Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku mengumumkan perang kepadanya. Tiada hamba-Ku yang mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (amalan) melebihi dari apa yang Kuwajibkan kepadanya. Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan sunah sehingga Aku mencintai-Nya. Bila Aku mencintainya, maka Aku menjadi telinga sebagai alat pendengarannya, menjadi mata sebagai alat penglihatannya, menjadi tangan sebagai alat pemegang, dan menjadi kaki sebagai alatnya berjalan. Jika ia meminta sesuatu kepada-Ku, niscaya Aku memberinya. Jika ia meminta perlindungan kepada-Ku, niscaya Aku melindunginya. Tiada ‘kebimbangan’ sesuatu yang Kulakukan selain mencabut nyawa orang beriman yang mana ia tidak menyukai kematian dan Aku tidak suka menyakitinya”.

Selain itu, Syeikh An Nawawi Al Bantani dalam kitab ‘Kasyifatus Saja‘ menuliskan makna cinta seorang hamba kepada Khaliknya. “Sebagian ulama mengatakan bahwa cinta kepada Allah terdiri atas sepuluh makna dari sisi hamba”. Apa saja?.

Berikut ini uraiannya:

Pertama, seseorang meyakini bahwa Allah adalah zat terpuji dari segala sisi. Demikian juga sifat-Nya. Seseorang harus meyakini bahwa sifat Allah adalah sifat terpuji.

Kedua, seseorang meyakini bahwa Allah berbuat baik, memberikan nikmat, dan memberikan kemurahan kepada hamba-Nya.

Ketiga, seseorang meyakini bahwa kebaikan Allah terhadap hamba-Nya lebih besar daripada amal hamba-Nya baik dalam bentuk ucapan maupun tindakan ibadah kepada-Nya meski amal itu sempurna dan banyak.

Keempat, seseorang meyakini bahwa Allah memiliki sedikit tuntutan dan beban untuk hamba-Nya.

Kelima, seseorang dalam banyak waktunya harus takut dan khawatir atas keberpalingan Allah darinya dan pencabutan makrifat, tauhid, dan selain keduanya yang Allah anugerahkan kepadanya.

Keenam, seseorang memandang bahwa ia pada seluruh keadaan dan cita-citanya berhajat kepada Allah, yang tidak bisa terlepas dari-Nya untuk segala hajatnya.

Baca Juga: Masya Allah, 15 Keutamaan Tauhid yang Perlu Anda Ketahui

Ketujuh, seseorang senantiasa menjaga zikir dengan sebaik-baik apa yang ditakdirkan untuknya.

Kedelapan, seseorang berupaya sekuat tenaga untuk menjaga ibadah wajib dan mendekatkan diri melalui ibadah sunah semampunya.

Kesembilan, seseorang berbahagia ketika mendengar orang lain memuji Allah, mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihad di jalan-Nya baik secara rahasia, terang-terangan, dengan jiwa, harta, dan keturunannya.

Kesepuluh, ketika mendengar orang lain berzikir, seseorang yang mencintai Allah membantunya. Wallahu A’lam.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.