oleh

2 Kali Gagal Panen, Korban Banjir Nekat Tanam Padi Lagi

SAMPANG (PortalMadura) – Para petani di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur mulai tanam padi ketiga kalinya pasca banjir luapan Sungai Kemuning yang merusak ratusan hektare lahan pertanian di wilayah itu.

Mahfud (45) Salah satu petani di Desa Panggung, Kecamatan Kota Sampang, mengatakan, bencana alam banjir di wilayahnya membuat para petani harus tiga kali menanam padi.

“Kalau ditanya rugi, ya jelas rugi mas, karena setiap kali mau menanam padi, kami harus mengeluarkan biaya sebesar 1,5 juta,” keluhnya, Kamis (9/1/2014)

Tanaman padi miliknya yang rusak akibat terendam banjir, berusia sekitar satu bulan atau dengan ketinggian padi 20 cm, akibatnya padi itu gagal panen karena kondisinya sudah rusak dan mati akibat terlalu banyak air.

“Setelah banjir banyak petani yang mulai turun menggarap sawahnya lagi mas,” ucapnya.

Petani lain, Misqowi (49) mengaku, pada musim penghujan ini sudah tiga kali menggarap lahannya.

Saat ini, dia mengaku sulit mencari benih padi di wilayah Panggung, sehingga terpaksa harus membeli di daerah lain.

“Kalau mencari disini susahnya setengah mati. Saya dapat dari wilayah kecamatan lain,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang Agus Santoso melalui salah satu staf bagian tehnik Abd Sukur membenarkan adanya ratusan hektar lahan yang terendam banjir, sehingga petani harus tanam ulang.

“Memang ada laporan mas, tapi kalau data pastinya saya tidak tau mas,” tandasnya.(lora/htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.