oleh

3 Cara Menghindari Hati yang Keras, Nasihat dari Rasulullah SAW

PortalMadura.Com – Tidak hanya batu dan besi yang bisa keras, begitu juga dengan hati. Kerasnya hati tersebut bisa berwujud pada munculnya beberapa penyakit hati seperti sombong, keras kepala, dan penyakit hati lainnya.

Banyak faktor yang bisa menyebabkan hati menjadi keras, yaitu diantaranya karena jauhnya seseorang dengan ilmu agama dan semakin jauh hubungan dirinya dengan TuhanNya. Kerasnya hati bisa menimbulkan penyakit di dalam tubuh, lantaran hati yang dimilikinya selalu sakit melihat kesenangan orang lain.

Maka dari itu kita harus menghindari hati kita menjadi keras, agar hidup kita menjadi bahagia dan rukun hidup bersama orang lain. Dilansir dari laman Republika.Co.Id, (19/10/2020), berikut ini 3 nasihat Rasulullah agar terhindar dari kerasnya hati:

Pertama, Pandailah Bersyukur

Suatu hari, seorang sahabat datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, “Akhir-akhir ini aku merasakan hatiku keras“, Rasulullah SAW kemudian berkata, “Maukah engkau kuberi tahu cara untuk melembutkannya dan keinginanmu terpenuhi? Sayangilah anak-anak yatim, usaplah kepalanya, berikanlah mereka makanan dari makananmu, niscaya (hal demikian) akan melembutkan hati dan melapangkan rezekimu.” (HR Thabrani).

Kedua, Seringlah Berziarah Kubur, Tentu dengan Niat yang Benar

Rasulullah SAW bersabda: “Aku pernah melarang kalian ziarah kubur. Sekarang berziarah. Sebab sesungguhnya ia akan melembutkan hati, melelehkan air mata, dan mengingatkan akhirat.”

Ziarah kubur dengan tujuan mengingat akhirat adalah hal yang dianjurkan. Dengan mengingat kematian, tersadarlah kita bahwa tak ada yang abadi di muka bumi ini. Maka, tak ada lagi yang pantas kita sombongkan.

Ketiga, Bersegera Melakukan Kebaikan

Rasulullah SAW menganjurkan untuk bersegera dalam melakukan setiap kebaikan, hindari kemalasan. Rasulullah bersabda: “Sebaik-baik salat adalah di awal waktunya.”

Rasulullah SAW kemudian mengajarkan kita untuk berdoa: “Ya Allah, aku berlindung padamu dari kelemahan dan rasa malas.”

Pepatah berkata, pemalas selalu menanti hari mujur. Padahal, bagi seorang yang rajin, tiap hari adalah hari mujur. Lalu, jika kita tetap merasa banyak keinginan hati yang belum terpenuhi, berbaik sangkalah pada Allah SWT. Barangkali, ada hak-hak orang lain yang belum kita tunaikan.

Ibnul Qayyim berkata: “Apabila musibah yang engkau dapatkan panjang sekali, padahal tak pernah berhenti engkau berdoa, yakinlah bahwa Allah tidak saja hendak menjawab doa-doamu itu. Namun, Allah hendak memberimu karunia lain yang bahkan engkau tak memintanya“.

Rewriter : Muthmainnatul Lizamah
Sumber : Republika.Co.Id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.