oleh

3 Golongan Ini Tak akan Merasa Takut Pada Hari Kiamat

PortalMadura.Com – Hari kiamat digambarkan dengan kondisi yang penuh dengan kengeriaan. Hal ini berdasarkan beberapa penjelasan di dalam Alquran. Allah SWT berfirman: “(yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada bagimu seorangpun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah, dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorang pun yang akan memberi petunjuk” (QS Ghafir:33).

Dilansir dari Republika.co.id, Rabu (26/2/2020), dalam Firman Allah SWT yang lainnya: “Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu)” (QS Al Syura:47).

Dari Ibnu Umar r.a, Rasulullah bersabda: “Tiga orang yang tidak akan mengalami ketakutan pada hari yang sangat menakutkan dan mereka tidak akan dihisab, mereka berada di atas tumpukan kasturi hingga selesai hisab terhadap semua manusia: (1) Seseorang yang membaca Alquran semata-mata mengharap rida Allah, dan ia mengimami suatu kaum sedang mereka menyukainya; (2) Dai yang mengajak salat semata-mata mengharap rida Allah SWT; (3) Orang yang menjaga hubungan baik antara ia dengan tuannya dan antara ia dengan bawahannya” (HR Thabrani).

Baca Juga: 7 Kelompok Manusia yang Akan Dapatkan Perlindungan Allah pada Hari Kiamat

Maulana Muhammad Zakariyya Al Khandahlawi dalam kitabnya yang berjudul “Fadhilah Amal” menerangkan, adakah seorang muslim yang tidak menyadari, bahkan tidak memikirkan tentang kehebatan, kesedihan, kengerian, bencana, dan kesusahan hari Kiamat?. Jika ada sesuatu yang dapat membuat Anda tenang dari bencana hari Kiamat, maka hal itu lebih berharga daripada beribu-ribu kenikmatan dan berjuta-juta kesenangan.

“Sungguh ia telah mendapat kebahagiaan yang sangat besar apabila ketenangan itu ditambah dengan kegembiraan dan kesenangan,” kata Maulana Zakariyya.

Maulana Zakariyya melanjutkan, sungguh celaka dan merugi orang yang mengira bahwa membaca Alquran adalah perbuatan sia-sia dan membuang-buang waktu.

Tertulis dalam Mu’jiam al Kabir bahwa perawi pertama dalam hadis di atas ialah Abdullah bin Umar r.a, yang ia mengatakan: “Apabila aku tidak mendengar hadis ini dari Rasulullah sekali lagi, sekali lagi, sekali lagi, sekali lagi, (diulang sampai 7 kali), maka aku tidak akan meriwayatkannya”. Wallahu A’lam.

Rewriter : Salimah
Sumber : republika.co.id
Tirto.ID
Loading...

Komentar