3 Golongan yang Diperbolehkan untuk Mengemis

Avatar of PortalMadura.com
3 Golongan yang Diperbolehkan untuk Mengemis
ilustrasi

PortalMadura.Com – Rasulullah melarang umat Islam untuk meminta-minta atau mengemis dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Sebab, ini merupakan perbuatan hina yang kelak di akhirat juga akan mendapat balasan.

Dilansir dari Republika.co.id, Jumat (27/9/2019), di zaman Rasulullah, ada kisah tentang seorang pengemis, yaitu Abu Dawud menarasikan sebuah hadis dari Anas bin Malik yang mengisahkan: “Seorang laki-laki Anshar datang mengemis kepada Rasulullah . Lalu, Rasulullah bertanya, “Apakah kamu tidak memiliki sesuatupun di rumahmu?” Laki-laki Anshar itu menjawab, “Ya, kami hanya punya sepasang pakaian, sepotong yang saya pakai ini, sepotong lagi sedang saya jemur, dan mangkuk kayu untuk minum air.”

Rasulullah bersabda, “Berikan barang-barang itu kepadaku.” Laki-laki itu kemudian memberikannya kepada Rasulullah dan beliau bersabda: “Siapa yang mau membeli barang-barang ini?” Seorang laki-laki menjawab, “Saya mau membelinya seharga satu dirham!” Rasulullah menawarkan lagi, dua sampai tiga kali, “Siapa yang mau menawar lebih dari satu dirham?” Seorang laki-laki menjawab, “Saya mau membelinya dua dirham.”

Kemudian, Rasulullah memberikan barang-barang itu kepada penawar terakhir dan mengambil uang dua dirham darinya, lalu beliau memberikannya kepada laki-laki Anshar seraya bersabda: “Belilah makanan dengan uang satu dirham ini, lalu berikanlah kepada keluargamu, sedangkan yang satu dirham lagi belikanlah sebuah kapak dan berikanlah kepadaku.”

Sahabat Anshar itu pun memberikannya kepada Rasulullah. Rasulullah menerimanya dan bersabda, “Pergilah! Kumpulkan kayu bakar lalu juallah dan jangan sampai aku melihatmu sampai dua minggu yang akan datang!” Laki-laki Anshar itu pergi untuk mengumpulkan kayu bakar dan menjualnya. Setelah satu minggu, ia datang kembali menghadap Rasulullah dengan membeli pakaian, makanan, dan keperluan yang lain.

Rasulullah bersabda: “Ini lebih baik bagimu daripada harus mengemis karena itu akan menjadi noda di wajahmu pada hari pembalasan nanti. Mengemis hanya dibenarkan bagi tiga golongan; orang-orang yang berada dalam kefakiran yang sangat parah, orang-orang yang memiliki tanggungan utang sangat banyak, atau orang-orang yang berjanji untuk melunasi kewajibannya, namun kesulitan untuk membayarnya”.

Baca Juga: Muslim Pekerja Keras Dicintai dan Dibanggakan Rasulullah

Nah dari kisah di atas, maka dapat diambil pelajaran tentang empat hal:

Pertama, meminta-minta atau mengemis akan menjadi noda di akhirat. Sehingga ketika di akhirat, orang yang mengemis akan dikumpulkan bersama dengan golongan yang memiliki tanda jelas di wajah serupa dengannya. Tanda tersebut tidak akan terhapus kecuali dirinya berhenti mengemis.

Kedua, sebagaimana sabda Rasulullah, bahwa beliau hanya memperbolehkan tiga golongan untuk mengemis, yaitu orang yang berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan karena dilanda kemiskinan yang sangat parah, utang yang tidak tertanggungkan, atau kewajiban membayar denda yang harus segera dilunasi.

Ketiga, Rasulullah tidak langsung memberi kebutuhan kepada pengemis. Namun, beliau memberikan cara untuk mengentaskan kemiskinan, yaitu dengan mengajarkan bagaimana cara berusaha, cara mencari nafkah sendiri, sehingga pengemis itu bisa mandiri dan tidak perlu mengemis lagi.

Keempat, kisah di atas juga menjadi pelajaran bagi umat Muslim agar bisa bermental mandiri, mau berusaha sekuat tenaga untuk hidup dari hasil kerja sendiri, dan tidak berleha-leha dengan hanya mengandalkan belas kasih orang lain. Bahkan, jika bisa tidak hanya menjadi umat yang andal, tapi juga bisa diandalkan oleh orang lain, atau dianjurkan untuk saling tolong-menolong. Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.